Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produk UMKM di Pasar Modern Minim, Diskop UKM dan Naker Pamekasan Beberkan Strategi Branding Supaya Laku Keras

Fatmasari Margaretta • Kamis, 18 Januari 2024 | 16:11 WIB

MEMILIH: Seorang remaja mengecek produk UMKM di salah satu toko modern di Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan, Rabu (17/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
MEMILIH: Seorang remaja mengecek produk UMKM di salah satu toko modern di Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan, Rabu (17/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pamekasan sebanyak 49.185 orang. Namun, produk yang dijual di pasar modern masih minim. Dari 50 produk yang diajukan, hanya lima produk yang dijual toko modern.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan Ketenagakerjaan Pamekasan Muttaqin mengatakan, pemasaran produk UMKM lokal di toko modern dilakukan untuk meningkatkan branding dan hasil dari produk tersebut.

Dikatakan, ada beberapa kriteria yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM agar produknya bisa tembus di toko modern.

”Indikator yang sulit dipenuhi yaitu pengemasan karena harus memenuhi standar. Kalau perizinan, kandungan gizi, dan komposisi rata-rata sudah terpenuhi,” ulasnya.

Baca Juga: Bupati Sumenep Dukung Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Pejabat Pemerintah

Muttaqin menyampaikan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar produk UMKM bisa dijual di pasar modern. Misalnya kemasan harus rapi, higienis, dan modern.

Juga, harus ada label dengan mencantumkan berat bersih atau volume. Produk yang dijual bisa berupa pangan atau nonfood.

Dia menyampaikan, tahun ini tidak ada anggaran khusus untuk bimbingan bagi pelaku UMKM. Namun, pihaknya akan berusaha melakukan pembinaan secara bergiliran kepada puluhan ribu pelaku UMKM di Pamekasan.

”Iya, agar bisa mengikuti jejak lima produk yang dijual di toko modern,” ungkap mantan camat Tlanakan itu.

Ada beberapa produk pangan yang masuk di toko modern. Di antaranya, keripik pisang, abon cakalang, abon ayam, kacang-kacangan, dan keripik jagung.

Baca Juga: Jatah Kian Menyusut, DKPP Pamekasan Tetapkan Alokasi Pupuk Subsidi Per Kecamatan

Nur Asiyah, pelaku UMKM yang tiga produknya bisa menembus toko modern mengaku membutuhkan waktu hingga dua bulan untuk memenuhi persyaratan dari toko tersebut. Omzet yang didapatkan saat ini lebih meningkat daripada sebelumnya.

”Tentu kemasannya harus bagus. Alhamdulillah, bisa berjejer dengan produk terkenal lainnya,” tandasnya. (ail/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Pembinaan #pasar modern #Pelaku UMKM #label #umkm #pengemasan #produk pangan #kandungan gizi #Strategi branding