PAMEKASAN, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan turun drastis.
Pada 2023, target PAD mencapai Rp 710 juta. Sedangkan tahun ini hanya Rp 100 juta.
Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahri mengatakan, pihaknya hanya mengelola tiga destinasi wisata.
Yakni, Pantai Jumiang, Talang Siring, dan Ekowisata Mangrove Lembung. Tahun ini target PAD tiga wisata ini diturunkan.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pamekasan, Pohon Tumbang Akibatkan Pemadaman Listrik
”Target tahun sebelumnya Rp 710 juta. Tahun ini target PAD kami turunkan Rp 610 juta sehingga menjadi Rp 100 juta,” katanya.
Menurut dia, tahun lalu target PAD dinilai terlalu tinggi. Pihaknya hanya bisa memenuhi 4,19 persen atau Rp 29.782.500 dari target Rp 710 juta. Artinya, realisasi PAD di sektor pariwisata minus sekitar Rp 681 juta.
Zahri mengungkapkan, capaian PAD tersebut berkaitan dengan wisatawan yang berkunjung ke tiga wisata yang menjadi objek PAD.
Dia mengakui masyarakat yang berkunjung sangat minim. Kondisi sarana prasarana juga memengaruhi wisatawan untuk berkunjung.
Baca Juga: Populasi Sapi di Bangkalan Alami Penurunan, Apa Sebabnya?
”Pada tiga destinasi wisata ini ada beberapa sarpras yang perlu diperbaiki. Sehingga, pengunjung banyak yang kurang berminat untuk datang,” terangnya.
Dia berjanji, tahun ini target PAD pariwisata diupayakan semaksimal mungkin bisa mencapai target.
Pihaknya akan memanfaatkan anggaran pemeliharaan untuk memperbaiki sarpras yang rusak. Dengan begitu, dapat mempercantik tiga destinasi untuk memikat pengunjung.
”Jika wisatanya bagus dan sarprasnya mendukung, pasti pengunjung akan tertarik untuk datang. Akan kami upayakan target PAD mencapai seratus persen,” janjinya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah menyatakan, penurunan target PAD destinasi wisata tersebut jomplang.
Sebab, pengurangan target PAD turun drastis dibanding tahun lalu. Dia meminta, tahun ini disporapar harus lebih serius dalam mengelola target PAD.
”Kami tidak mau mendengar lagi alasan tidak mencapai target PAD wisata. Apalagi, dinas sudah di-support anggaran perbaikan yang lebih banyak dibanding tahun lalu,
tegasnya. (bai/bil)