PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan akan mengoperasikan bangunan sentra industri hasil tembakau (SIHT). Meskipun, belum tuntas seratus persen.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Industri Disperindag Kabupaten Pamekasan Khoirul Qomar.
Instansinya mencatat sudah ada beberapa perusahaan rokok (PR) yang akan bergabung dalam SIHT tahun ini.
”Iya, kami pastikan tahun ini memang beroperasi agar bisa segera dimanfaatkan,” kata Qomar kepada JPRM Minggu (14/1).
Dia memerinci beberapa PR yang sudah mendaftar. Antara lain, PR Garuda, PR Cahaya, PR Walisongo, PR Wahyu Brand, PR Pratama, dan PR Bentar Alam Sejati. Keenam PR tersebut diklaim sudah mengurus perizinan.
”Nah, enam PR itu nanti akan menjadi embrio bagi industri hasil tembakau yang dipusatkan di SIHT itu,” tambahnya.
Akan tetapi, berhubung gedung produksi masih ada satu, maka instansinya akan melakukan seleksi.
Pendaftar yang lebih awal maka akan diberi izin untuk berproduksi di kawasan SIHT tahun ini. Sisanya menunggu sampai penambahan gedung produksi itu selesai dibangun tahun ini.
”Yang daftar lebih awal otomatis kita rekomendasikan. Yang lain tunggu fasilitas pembangunan selesai semua,” ungkapnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Halili meminta pembangunan SIHT benar-benar sesuai rencana.
Artinya, jangan sampai pengoperasian itu menghambat pembangunan sampai tahap terakhir.
Dia mengingatkan, anggaran yang dikucurkan sampai saat ini sudah sangat besar.
Maka, yang harus diperhatikan adalah hasil akhirnya sesuai dengan rencana anggaran biaya atau tidak.
”Saya mendukung untuk mulai dioperasikan kalau sudah memungkinkan, asal tidak mengganggu pada proses pembangunan selanjutnya karena itu belum selesai,” pintanya. (di/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia