PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sumur bor milik Junaidi yang semula menyemburkan air bercampur gas pada Rabu (27/12/2023), kini menyemburkan api.
Insiden tersebut terjadi Jumat (11/1) sekitar pukul 06.00. Tinggi semburan api berkisar 15 meter. Peristiwa itu menghebohkan warga sekitar.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, saat galian sumur menyemburkan air bercampur gas pada Rabu (27/12/2023), pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Jatim.
Selanjutnya, Dinas ESDM Jatim merekomendasikan memasang pipa setinggi 10 meter. Tujuannya, agar tidak membahayakan warga.
”Pada Senin (8/1), kami mengambil sampel air untuk dibawa ke provinsi. Posisi pipa tidak bergeser atau berubah,” katanya.
Setelah semburan air tersebut berubah api, BPBD Pamekasan Kembali melakukan pengecekan. Hasilnya, posisi pipa sudah berubah setengah meter dari permukaan tanah dan bengkok ke kanan.
”Dugaan sementara, ada warga yang membuang puntung rokok sembarangan dan menyebabkan air yang mengandung gas menyemburkan api,” tuturnya.
Dijelaskan, fenomena tersebut sudah berjalan berkisar dua minggu. Selama itu, Dhofir mengaku rutin melakukan pemantauan.
”Pemerintah desa setempat melaporkan kondisi semburan sumur bor tersebut dua hari sekali. waJib melaporkan,” katanya.
Berkat kerja sama Satpol PP dan Damkar Pamekasan, BPBD Pamekasan, Polres Pamekasan, dan TNI, semburan api setinggi 15 meter tersebut berhasil dipadamkan pada pukul 13.06.
”Kami melakukan penyemprotan menggunakan dua mobil damkar. Kami juga meluruskan pipa yang bengkok dan memasang tambahan setinggi 6 meter dengan diameter 5 cm,” ulasnya.
Meski api berhasil dipadamkan, sumur bor yang mengandung gas tersebut tetap menyemburkan air. BPBD Pamekasan mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang memicu kobaran api.
Baca Juga: Solo Leveling: Ini Dia Fakta-Fakta Cha Hae-In, Hunter Cantik yang Jatuh Cinta pada Sung Jin-Woo
”Api itu menyembur entah karena puntung rokok atau ada yang menyalakan korek api,” jelas Dhofir.
Ditambahkan, sumur bor tidak bisa ditutup karena kandungan gas saat ini masih tinggi. Ke depan, BPBD Pamekasan akan berkoordinasi dengan Pertamina Camplong.
”Sebab, masalah seperti ini harus mendapatkan penanganan khusus. Tidak bisa ditangani sembarangan,” tegasnya.
Kepala Desa (Kades) Kadur Haris Burhan menyampaikan, informasi sementara yang dia terima, api menyembur karena Junaidi selaku pemilik lahan menyalakan korek api.
Baca Juga: Masih di Bawah Umur, Polres Bangkalan Kebut Pemberkasan Satu Pelaku Pembunuhan Sadis Siswa SMK
”Semburan api pun membesar dan mengenai tangannya. Katanya seperti itu. Tapi, kami mau tanya dulu ke Pak Junaidi kebenarannya seperti apa. Saat ini Junaidi masih di puskesmas,” terangnya.
Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan membenarkan hal tersebut. Dikatakan, informasinya Junaidi menyalakan korek api yang akhirnya memancing semburan api hingga menyambar tangannya.
”Kami mengimbau warga setempat untuk menjauh dari lokasi semburan api. Saat ini Polsek Kadur telah memasang garis polisi di sekitar lokasi dengan radius 20 meter titik semburan,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta