PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberadaan pasar tradisional sangat penting. Sebab, bisa menjadi salah satu pusat perputaran perekonomian masyarakat.
Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi sarana dan prasarana (sarpras) pasar tradisional agar aktivitas perekonomian berjalan lancar.
Tahun ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan hanya memiliki anggaran revitalisasi sebesar Rp 200 juta.
Padahal, jumlah pasar tradisional yang diusulkan untuk direvitalisasi sebanyak enam pasar.
”Yaitu, Pasar Palengaan, Pasar Keppo, Pasar 17 Agustus, Pasar Gurem, dan Pasar Duko Timur,” terang Kabid Pengembangan Pasar Disperindag Pamekasan Handiko Bayuadi.
Menurut dia, pihaknya akan melakukan kajian pasar mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu.
”Biasanya, pada Maret nanti akan ada pergeseran. Barangkali nanti kita bisa meng-cover (pasar) yang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, aktivitas ekonomi akan stabil apabila sarpras berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Perbaikan Tempat Wisata Hanya Rogoh Kocek Rp 75 Juta, Disporapar Pamekasan Nyatakan Masih Kurang
Pemerintah harus bisa berpikir lebih kreatif dan inovatif. Sebab, saat ini definisi pasar luas dan tidak lagi dimaknai sebagai aktivitas jual beli di satu tempat.
Dia minta Disperindag Pamekasan terus berusaha menghidupkan pasar tradisional di tengah gempuran pasar modern yang perkembangannya cukup pesat.
”Intinya, saya ingin menegaskan, pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat. Harus dijaga dan sampai kapan pun harus tetap eksis,” ingatnya. (di/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta