PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pembangunan sentra industri hasil tembakau (SIHT) di Kabupaten Pamekasan belum tuntas. Saat ini yang baru selesai dikerjakan adalah proyek tahap dua.
Artinya, proyek yang berada di bawah dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) itu akan terus berlanjut.
Kabid Perindustrian Disperindag Pamekasan Khoirul Komar mengatakan, proyek pembangunan SIHT akan dilanjutkan pada tahun ini. Pada tahap ketiga, institusinya akan menyiapkan anggaran Rp 5 miliar.
Baca Juga: Saipul Jamil Dibebaskan, Oknum Polisi Dibebastugaskan
Menurutnya, pembangunan tahap ketiga tersebut akan mengerjakan beberapa item. Mulai dari gudang produksi, musala, taman, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS 3R) dan beberapa bangunan lainnya.
”Sama seperti tahun sebelumnya, sumber anggaran proyek ini berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCH),” kata Komar.
Dia mengatakan, institusinya sudah melaksanakan evaluasi untuk proyek pembangunan tahap kedua.
Dia mengeklaim persentasenya mencapai 100 persen dan dinyatakan sudah sesuai perencanaan. ”Untuk proyek pembangunan tahap ketiga akan direncanakan secara matang,” ulasnya.
Baca Juga: Semangat Baru! Direktur Jawa Pos Radar Madura Angkat Anis Billah Jadi Redaktur
Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail menyatakan, pembangunan SIHT jangan sampai mangkrak. Disperindag harus mematangkan perencanaan.
Proyek SIHT dibangun untuk mengembangkan industri tembakau di Kota Gerbang Salam. Artinya, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama para petani serta industri tembakau.
”Program pembangunan ini harus dilanjutkan. Dan yang paling penting, pemerintah harus memastikan bahwa dampak positifnya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat untuk kemajuan ekonomi daerah kita,” pintanya. (di/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta