PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan dibebani target produksi perikanan tangkap sebesar 21.116,43 ton. Target tersebut naik dibandingkan tahun lalu, yakni 21.064,68 ton dengan capaian berkisar 22.684.64 ton.
Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata melalui Kabid Tangkap Diskan Pamekasan Mohammad Djufri Effendi mengatakan, peningkatan target produksi perikanan tidak terlalu memberatkan. Sebab, kenaikannya hanya dua persen.
Pihaknya begitu optimistis target tersebut bisa tercapai. Mengingat tahun 2023 capaiannya melampaui target. ”Insyaallah bisa tercapai, semua strategi juga sudah kami persiapkan,” katanya.
Seperti peningkatan penyediaan sarana usaha nelayan, baik alat penangkapan ikan (API) dan alat bantu penangkapan ikan (ABPI). Lalu, melakukan pelatihan atau pembinaan terhadap nelayan perihal pentingnya penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Juga, penebaran benih ikan di laut sebagai upaya penambahan stok ikan di fish apartment atau terumbu karang buatan.
”Dan yang terpenting juga penataan perizinan usaha perikanan tangkap untuk mengurangi pelanggaran dalam proses penangkapan ikan,” jelas Djufri.
Djufri berharap kerja sama antara nelayan dan pemerintah bisa lebih baik. Sehingga, bisa mewujudkan tercapainya target produksi perikanan tangkap tersebut. ”Nelayan kita juga sudah lebih pintar, jadi mereka pasti bisa untuk menjalankan upaya-upaya yang sudah kita buat,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam mengatakan, pemahaman-pemahaman kepada nelayan harus disampaikan semaksimal mungkin. Perkuat sosialisasi dan sanggup menampung keluhan para nelayan di Pamekasan.
”Jadi, kalau setiap hari turun lapangan mengecek kondisi mereka, insyaallah mereka bisa paham dan menggerakkan strategi yang dibuat oleh Diskan Pamekasan,” tukasnya. (ail/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti