Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tingkatkan Ekonomi Keluarga dan Minimalkan Stunting, DKPP Pamekasan Gelontorkan Puluhan Juta untuk Kegiatan P2L

Hera Marylia Damayanti • Senin, 8 Januari 2024 | 19:20 WIB
TANAM: Fahri sedang mengecek selada hidroponik di Desa Panempan, Kecamatan Kota Pamekasan, Minggu (7/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
TANAM: Fahri sedang mengecek selada hidroponik di Desa Panempan, Kecamatan Kota Pamekasan, Minggu (7/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan menggelar kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L). Untuk menyukseskan kegiatan tersebut dialokasikan dana Rp 50 juta yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Plt Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito mengatakan, program ini akan dilakukan dengan kegiatan penanaman sayuran di lahan pekarangan rumah. Kegiatan ini difokuskan untuk daerah yang banyak kasus stunting.

Kegiatan ini diawali dengan pelatihan yang diadakan oleh DKPP Pamekasan. Selanjutnya, penanaman sayuran di lahan pekarangan dengan bimbingan para penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Program tersebut akan dilakukan pada pertengahan 2024 ini. Kegiatan itu akan dilaksanakan di sembilan lokasi. ”Kita proses survei terlebih dahulu, setelah itu penetapan di sembilan lokasi ini,” jelas Nolo.

Jumlah kuota tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Pada 2023, alokasi kegiatan P2L hanya tersebar di dua lokasi. Hal tersebut dikarenakan anggaran yang diterima lebih sedikit dibandingkan tahun ini.

Nolo menyampaikan, kegiatan P2L ini untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan demikian, gizi dan ekonomi bisa tercukupi. Sehingga, kasus stunting dapat diminimalkan. ”Semoga bisa memberikan kemanfaatan yang lebih baik lagi,” ungkap Nolo.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Ali menyampaikan, kegiatan P2L kali ini harus bisa memberikan dampak nyata. Sehingga, kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Selain itu, secara tidak langsung menyampaikan bahwasanya menanam sayur juga bisa dilakukan di pekarangan rumah.

”Seperti hidroponik itu memang bagus, bisa dilakukan di tempat-tempat yang sempit sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak mengembangkan kegiatan P2L ini,” tukasnya. (ail/han)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#program #P2L #dkpp pamekasan #stunting #hidroponik