PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kesejahteraan masyarakat Pamekasan meningkat. Indikasinya, ratusan keluarga penerima manfaat bisa keluar dari daftar program keluarga harapan (PKH).
Dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tercatat 538 KPM PKH yang sudah tidak menerima bantuan sosial (bansos) 2023 atau graduasi. Perinciannya, graduasi mandiri 139 KPM dan 399 KPM graduasi alami.
Koordinator PKH Pamekasan Hanafi meminta pemerintah desa segera memfinalkan data ekonomi sosial warganya. Dengan data itu, bisa diketahui oleh pusat semisal sudah tidak cocok untuk menerima bantuan.
Pendamping PKH akan terus mendorong penerima bantuan segera bisa graduasi secara mandiri. Salah satu caranya dengan melakukan beberapa pelatihan bagi KPM. Dengan begitu, tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.
Hanafi menjelaskan, target dari pusat untuk mendapatkan bansos 10 juta KPM dalam setiap tahap. Apabila tidak memenuhi target, pihaknya mengambil KPM dari bantuan pangan nontunai (BPNT). ”Karena kalau sudah graduasi, tentu itu sudah tidak berhak mendapatkan lagi,” ungkapnya.
Dia berharap, semakin banyak KPM PKH yang graduasi. Dengan begitu, berarti sudah ada keseriusan dari masyarakat untuk terlepas dari bantuan pemerintah. Uang bansos tersebut diharapkan juga bisa digunakan untuk membuka usaha baru.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, peran pendamping PKH bukan hanya untuk menyalurkan bansos. Agar KPM PKH bisa graduasi mandiri, juga butuh bimbingan pendamping.
”Bisa dengan mengadakan pelatihan ekonomi kreatif dan lainnya. Intinya, bimbing mereka agar tidak selalu bergantung kepada pemerintah,” katanya. (ail/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana