Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UIM Implementasikan Program Lima Menara Ilmu dan Cetak Generasi Berkualitas

Ina Herdiyana • Minggu, 31 Desember 2023 | 14:05 WIB
BERPRESTASI: Rektor UIM Ahmad menerima piagam penghargaan Asia Excellence Education and Educator Winner Choice beberapa waktu lalu. (FOTO-FOTO UIM UNTUK JPRM)
BERPRESTASI: Rektor UIM Ahmad menerima piagam penghargaan Asia Excellence Education and Educator Winner Choice beberapa waktu lalu. (FOTO-FOTO UIM UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.idUniversitas Islam Madura (UIM) menjadi salah satu kampus favorit di Pulau Garam. Perguruan tinggi swasta dengan sebutan kampus hijau itu juga memiliki banyak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Civitas academica UIM terus berbenah guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Apresiasi dari publik juga sangat tinggi. Banyak penghargaan yang diraih selama beberapa tahun terakhir.

Rektor UIM Pamekasan Ahmad menyatakan, banyak program unggulan dijalankan. Beberapa di antaranya mendapat apresiasi positif dari publik.

”Pada 2023, kampus kami mendapat penghargaan dari Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) sebagai kampus inovatif dan religius,” katanya Rabu (27/12).

VISIONER: Rektor UIM Ahmad menerima penganugerahan AJP Award 2023 15th Anniversary and Grand Reunion 2023 sebagai kampus inovatif dan religius awal bulan lalu.
VISIONER: Rektor UIM Ahmad menerima penganugerahan AJP Award 2023 15th Anniversary and Grand Reunion 2023 sebagai kampus inovatif dan religius awal bulan lalu.

UIM, kata Ahmad, memiliki konsep pengembangan keilmuan yang disebut dengan Lima Menara Ilmu. Yakni, Keislaman, Keindonesiaan, Kepesantrenan, Kemaduraan, dan Keaswajaan.

Latar belakang konsep Lima Menara Ilmu itu karena UIM didirikan oleh tokoh NU dan pondok pesantren. Melalui program tersebut, UIM menekankan ajaran-ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah.

Dia menjelaskan, salah satu nilai yang terkandung dalam Lima Menara Ilmu itu adalah kepesantrenan. UIM merupakan salah satu kampus yang berintegrasi dan berada di bawah naungan pondok pesantren.

Ahmad menambahkan, visi misi UIM berkarakter Islam Ahlussunnah Waljamaah yang nasionalis yang disebut sebagai nilai keindonesiaan. Visi misi tersebut akan terus berlaku sepanjang UIM berdiri.

TINGKATKAN KUALITAS: Workshop Penguatan Tata Kekola Jabatan Akademik Dosen Universitas Islam Madura (UIM).
TINGKATKAN KUALITAS: Workshop Penguatan Tata Kekola Jabatan Akademik Dosen Universitas Islam Madura (UIM).

Kemudian, nilai yang lain pada Lima Menara Ilmu yakni tetap memegang teguh karakter Madura. Ada anekdot warisan leluhur Madura yang terus ditanamkan di UIM, yakni ” bhuppa bhabhu ghuru rato”.

”Anekdot itu menggambarkan penghormatan orang Madura kepada orang di sekitarnya. Artinya, menjadi orang tua, guru, ataupun murid tetap mesti berakhlakul karimah,” paparnya.

Ahmad memaparkan, UIM juga mendapat penghargaan di level internasional. Yakni, Asia Excellence Education and Educator Winner Choice Awards 2023–2024 yang diselenggarakan oleh Asia Excellence Choice Awards.

Kampus yang dipimpinnya, kata Ahmad, terpilih lantaran termasuk perguruan tinggi berbasis pondok pesantren. Namun, tetap mampu menjalankan program-program  pemerintah.

”Meski ada di bawah naungan pondok pesantren, acuannya tetap pada aturan dan program pemerintah. Alhamdulillah, kami dipercaya mendapat penghargaan itu,” ujarnya.

TINGKATKAN KUALITAS: Workshop Penguatan Tata Kekola Jabatan Akademik Dosen Universitas Islam Madura (UIM).
TINGKATKAN KUALITAS: Workshop Penguatan Tata Kekola Jabatan Akademik Dosen Universitas Islam Madura (UIM).

Selain itu, kampus UIM dipilih oleh Asia Excellence Choice Award karena banyaknya jebolan UIM yang diterima di luar negeri. Hal tersebut dicapai berkat kerja sama beberapa pihak dan kerja sama dengan beberapa mitra stakeholder.

”Cara kami mencetak mahasiswa berkualitas yakni mengirim mahasiswa untuk mengikuti kegiatan praktik kerja lapangan (magang) di bidang kesehatan di beberapa rumah sakit luar negeri.  Bahkan, diterima menjadi karyawan di sana,” terangnya.

Penelitian dan riset yang dilakukan oleh dosen terus dimasifkan. Harapannya, tahun ini UIM bisa mendapat ranking satu se-Madura dalam penilaian UniRank.

”Sedangkan untuk penilaian Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) pada 2022, UIM meraih ranking kedua se-Indonesia,” terangnya. 

VISIONER: Rektor UIM Ahmad berfoto bersama pada pelaksanaan workshop penyusunan perangkat RPL.
VISIONER: Rektor UIM Ahmad berfoto bersama pada pelaksanaan workshop penyusunan perangkat RPL.

Target Semua Dosen Bergelar S-3

Meski banyak prestasi, Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan tidak berpuas diri. Pengembangan terus dilakukan untuk kemajuan kampus yang beralamat di Jalan Pondok Peantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan, Madura, Gladak, Bettet, Pamekasan.

Rektor UIM Pamekasan Ahmad mengatakan, UIM ke depan akan terus melakukan inovasi. Salah satu di antaranya melakukan pembinaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Hal tersebut merupakan bentuk implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” kata Ahmad saat ditemui di kantornya Rabu (27/12).

Menurut Ahmad, UIM sudah merealisasikan program tersebut melalui kolaborasi dengan kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dan Universitas Ciputra. ”Alhamdulillah, UIM meraih peringkat kedua tingkat perguruan tinggi Jatim,” terangnya.

Ahmad memaparkan, dua kampus besar dan berkualitas di Surabaya itu mau berkolaborasi dengan UIM seperti pertukaran mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, dapat saling berbagi pengetahuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

”SDM di UIM ke depan semuanya harus berkualitas. Semua dosen harus menjadi S-3. Kami memfasilitasi tenaga pengajar yang masih S-2 agar melanjutkan pendidikan doktor,” ujarnya.

BERBAGI: Rektor UIM Ahmad memberikan santunan pada peringatan 10 Muharram 1445 H.
BERBAGI: Rektor UIM Ahmad memberikan santunan pada peringatan 10 Muharram 1445 H.

Menurut Ahmad, dalam mencetak alumni yang luar biasa, memang memerlukan tenaga pendidik yang terbaik pula. Jika dosennya berkualitas, alumninya juga akan banyak yang hebat.

Selama ini, alumni UIM diterima dengan baik oleh masyarakat. Bahkan, banyak alumni sudah menempati posisi strategis di dunia kerja.

”Ada yang diterima di perbankan, instansi pertanian, kesehatan, dan sebagainya. Kami membuktikan bahwa UIM bisa mencetak generasi emas bangsa,” pungkasnya. (bai/han)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#Universitas Islam Madura #kabupaten pamekasan #Lima Menara Ilmu #perguruan tinggi #kampus hijau #pendidikan #kota gerbang salam #berprestasi #uim #radar madura online