Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Akomodasi Kebutuhan Masyarakat, RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Jadi Rujukan dalam Mengakses Layanan Kesehatan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 31 Desember 2023 | 15:15 WIB
MAKSIMAL: Pasien RSUD Smart Pamekasan menjalani operasi katarak fakoemulsifikasi Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
MAKSIMAL: Pasien RSUD Smart Pamekasan menjalani operasi katarak fakoemulsifikasi Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan menjadi rujukan masyarakat yang ingin mendapatkan layanan medis. Sebab, rumah sakit tipe B Pendidikan tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Direktur RSUD Smart Pamekasan Raden Budi Santoso mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya bukan milik perorangan, melainkan milik masyarakat secara umum. Karena itu, setiap program dan layanan terus dibenahi untuk kepentingan masyarakat. ”Karena milik masyarakat, kita bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik, prima, dan paripurna kepada masyarakat di bidang kesehatan,” katanya.

Menurut dia, semua elemen masyarakat, khususnya warga Pamekasan, agar menumbuhkan rasa memiliki terhadap rumah sakit pelat merah tersebut. Sehingga, rumah sakit bisa terus berkembang dan maju. Apalagi, RSUD Smart Pamekasan berkomitmen untuk terus berbenah. Mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia atau SDM (baik yang bersifat keterampilan maupun spesialisasi) serta dalam hal permodalan.

Upgrading sangat diperlukan. Utamanya dalam penggunaan teknologi dan informasi. Tapi, tetap harus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Sebab, rasa ikut memiliki rumah sakit ini sangat penting. Kami selalu terbuka menerima masukan dan kritikan agar lebih maju ke depannya,” ucap pria kelahiran Bangkalan itu.

Tahun ini merupakan masa recovery bagi masyarakat. Sebab, tahun ini pandemi Covid-19 telah selesai. Dampaknya mulai dirasakan oleh semua kalangan. Utamanya di sektor kesehatan dan ekonomi. Salah satu program prioritas yang diandalkan dalam layanan kesehatan adalah universal health coverage (UHC).

BARU: Ruang catheterization laboratory terlihat megah dengan sederet peralatannya di RSUD Smart Pamekasan Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
BARU: Ruang catheterization laboratory terlihat megah dengan sederet peralatannya di RSUD Smart Pamekasan Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

Program tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan kemudahan mengakses kesehatan secara gratis dan paripurna. Dari preventif promotif sampai kuratif rehabilitatif. ”Selagi masih ber-KTP Pamekasan, kami pastikan bisa mengakses layanan tersebut. Baik yang ada di dinas kesehatan atau di RSUD Smart ini,” tutur Budi.

Dengan adanya program UHC tersebut, RSUD Smart Pamekasan mendapatkan dampak yang baik. Masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan program UHC. ”Karena animo masyarakat cukup tinggi, ketersediaan tempat tidur pun tidak mencukupi. Karena itu, RSUD Smart Pamekasan terus berbenah. Mulai dari memperkecil potensi terjadinya antrean rawat jalan atau kapasitas tempat tidur di rawat inap, ruang gawat darurat, ruang intensif.

”Tahun 2023 kita berencana memperluas gedung rawat intensif. Kami akan realisasikan pada 2024 agar mampu menampung kepentingan pasien,” jelasnya.

Mulai tahun ini, RSUD Smart juga menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai rumah sakit pendidikan utama fakultas kedokteran yang akan dibuka oleh kampus yang berbasis di Bangkalan tersebut. ”Ini langkah yang baik. Sebab, akan membantu kebutuhan SDM kesehatan di Madura. Para mahasiswa kedokteran UTM nantinya akan belajar langsung di sini,” ungkapnya.

BERKEMBANG: Pasien sedang melakukan pemeriksaan di extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) RSUD Smart Pamekasan Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
BERKEMBANG: Pasien sedang melakukan pemeriksaan di extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) RSUD Smart Pamekasan Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

RSUD Smart Pamekasan juga mendapat SK dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai rumah sakit rujukan KJSU KIA Jiwa. Artinya, ditunjuk sebagai rumah sakit kanker, jantung, stroke, uronefrologi, kesehatan ibu dan anak, dan jiwa. RSUD Smart akan menyekolahkan dokter bedah untuk belajar spesialisasi onkologi atau bedah kanker.

Untuk layanan jantung, RSUD Smart Pamekasan telah membangun laboratorium kateterisasi (cath lab) yang dilengkapi peralatan yang canggih. Laboratorium tersebut akan dioperasikan pada 2024. ”Dokter dan perawatnya sudah selesai disekolahkan. Ini akan menjadi rujukan treatment jantung yang lebih baik di Madura,” ujarnya.

Khusus untuk penyakit stroke, RSUD Smart Pamekasan akan menyekolahkan dokter bedah saraf. Tujuannya, agar memiliki dokter spesialis bedah saraf intervensi yang juga akan dipekerjakan di laboratorium tersebut. Sehingga, mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang menjadi pasien dari kateterisasi stroke sumbatan di kepala dan otak. ”Kami juga akan menyekolahkan dokter neurologi intervensi,” tegasnya.

SEHAT: Pasien berada di layanan rehabilitasi medik RSUD Smart Pamekasan Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
SEHAT: Pasien berada di layanan rehabilitasi medik RSUD Smart Pamekasan Sabtu (30/12). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

Selain uronefrologi, rumah sakit yang terletak di Jalan Trunojoyo Pamekasan tersebut akan menyekolahkan dokter penyakit dalam. Sehingga, kebutuhan spesialisasi ginjal dan hipertensi terpenuhi. Hal itu akan direalisasikan pada 2024.

”RSUD Smart juga dibantu pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk nembangun tiga kamar operasi dengan fasilitas lengkap. Kamar tersebut khusus untuk bedah uronefrologi,” terangnya.

Budi menambahkan, untuk KIA, telah ada dokter spesialis anak. Tahun 2024 juga berencana membuat ruang inap jiwa. Sehingga, RSUD Smart Pamekasan menjadi rujukan madya sesuai dengan rekomendasi Kemenkes RI.

”RSUD Smart akan melakukan perencanaan yang sangat esensial. Yakni, perencanaan yang lebih matang untuk 20 tahun ke depan. Hal itu agar menjadi acuan penyusunan perencanaan induk pembangunan RSUD Smart. Nanti akan berlaku untuk berbagai aspek (baik penambahan jumlah SDM dan fasilitas). Rencananya akan dimulai tahun 2024,” tandasnya. (di/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kia #universitas trunojoyo madura #rumah sakit #jiwa #layanan medis #rsud smart #kjsu #pasien #kemenkes #UHC