Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BKPSDM Pamekasan Andalkan Android, Antisipasi Rekayasa Presensi ASN

Fatmasari Margaretta • Rabu, 20 Desember 2023 | 22:09 WIB

ANTUSIAS: Pegawai BKPSDM Pamekasan melakukan perekaman wajah untuk presensi berbasis android di kantor BPBD, Selasa (19/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
ANTUSIAS: Pegawai BKPSDM Pamekasan melakukan perekaman wajah untuk presensi berbasis android di kantor BPBD, Selasa (19/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Untuk mengantisipasi terjadinya rekayasa saat melakukan presensi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan beralih dari fingerprint ke sistem operasi android.

Belanja aplikasi presensi faceprint berbasis android itu sudah dilakukan dan akan direalisasikan pada 2024.

Staf Pranata Komputer BKPSDM Pamekasan Farid Ilham Al-Qorni mengatakan, institusinya memang sudah membelanjakan aplikasi faceprint berbasis android. Anggarannya bersumber dari APBD 2023.

Baca Juga: Lab DLH Pamekasan Sembilan Tahun Belum Dioperasikan

”Jumlah total anggaran pengadaan presensi faceprint berbasis android sebesar Rp 100 juta,” ujarnya.

Menurut dia, presensi faceprint berbasis android itu sudah diuji coba di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkab Pamekasan. Hasilnya, tidak ada gangguan dalam penggunaannya.

Karena itu, institusinya mengandalkan presensi faceprint berbasis android. Saat ini BKPSDM sedang melakukan perekaman wajah ASN.

”Secara bertahap, semua OPD akan melakukan perekaman. Sehingga, presensi faceprint berbasis android sudah bisa dilakukan pada Januari 2024,” harapnya.

Dijelaskan, penerapan presensi faceprint berbasis android itu diharapkan dapat mengurangi praktik kecurangan atau memanipulasi presensi.

Baca Juga: Jaksa Tuntut Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima Dua Tahun Penjara

”Kalau sudah presensi berbasis android, harus orangnya sendiri, tidak bisa direkayasa. Satu android hanya untuk satu orang, tidak bisa gonta-ganti ponsel,” terangnya.

Farid Ilham Al-Qorni menambahkan, dalam aplikasi telah disediakan fitur untuk mempermudah ASN yang hendak melakukan presensi saat melaksanakan tugas di luar kantor atau lapangan).

Syaratnya, harus melampirkan surat tugas pimpinannya. ”Jika ada yang mencoba melanggar, akan disanksi tegas sesuai peraturan menteri (permen),” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#rekayasa #android #faceprint #fingerprint #sdm