PAMEKASAN, RadarMadura.id – Belasan guru honorer mendatangi Pj Bupati Pamekasan Masrukin, Kamis (14/12) malam.
Mereka mengadukan nasibnya yang tidak kunjung mendapat kepastian pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sri Evasusilawati, seorang guru honorer menyampaikan, mayoritas tenaga pendidik yang mendatangi Pj bupati berstatus pegawai perjanjian kontrak tanpa penempatan (P3TP) 2022.
Namun karena tidak mendapat formasi pada rekrutmen PPPK 2022, masa depannya menjadi tidak jelas.
Pihaknya berharap, pada rekrutmen PPPK tahun ini pemerintah memprioritaskan guru-guru yang gagal menjadi PPPK karena masalah formasi di 2022.
Apalagi, sebagian besar sudah mengabdikan diri untuk pendidikan di Kota Gerbang Salam.
”Ada yang sudah 15 tahun mengabdi,” ujarnya Jumat (15/12).
Guru-guru yang wadul ke Pj bupati sudah mengikuti ujian dalam proses rekrutmen PPPK 2023. Saat ini tinggal menunggu kelulusan.
”Kita sudah mendaftar, kami dijadikan satu dengan yang tidak lulus tahun 2022,” ucapnya.
Terpisah, Pj Bupati Masrukin mengapresiasi perjuangan para guru honorer yang menemuinya.
Karena peran mereka di bidang pendidikan cukup besar. Utamanya, dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk masa depan.
Pihaknya berjanji akan mengakomodasi aspirasi yang disampaikan para guru. Agar pendidikan di Kabupaten Pamekasan semakin maju dengan SDM yang mumpuni.
”Ya, kita lihat pengumumannya saja dulu. Yang jelas saya berterima kasih kepada mereka. Saya mengapresiasi kerja besar mereka,” ucapnya.
Mekanisme rekrutmen PPPK sudah diatur oleh pemerintah. Pihaknya berharap para guru honorer di Pamekasan tetap pada komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik. ”Kita akan perjuangkan hak-hak mereka,” janjinya. (di/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia