Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Cegah Stunting dan Tekan Pernikahan Dini, Bakorwil IV Pamekasan Gelar Sosialisasi 

Fatmasari Margaretta • Kamis, 14 Desember 2023 | 22:38 WIB

 

 

SOSIALISASI: Ketua Stikes Ngudia Husada Madura Hasinuddin menyampaikan materi sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini dan penurunan stunting, Rabu (6/12). (BAKORWIL IV PAMEKASAN UNTUK JPRM)
SOSIALISASI: Ketua Stikes Ngudia Husada Madura Hasinuddin menyampaikan materi sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini dan penurunan stunting, Rabu (6/12). (BAKORWIL IV PAMEKASAN UNTUK JPRM)

PAMEAKASAN, RadarMadura.id – Angka pernikahan dini dan stunting merupakan salah satu problem serius. Pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya menekan agar bisa terus menurun.

Salah satu cara yang dipilih Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan Jawa Timur (Bakorwil) IV Pamekasan untuk menekan angka pernikahan dini dan stunting adalah dengan mengadakan sosialisasi. Acara bertajuk Bapak Peduli Andi dan Santi tersebut dihadiri wali murid dan perwakilan sekolah yang ada di Madura.

Dalam acara tersebut, Bakorwil IV Pamekasan berupaya memberikan pemahaman kepada pelajar maupun orang tua/wali murid. Hadir sebagai narasumber, yakni Kepala Bidang PPKB DP3AK Siti Cholisoh dan Ketua Stikes Ngudia Husada Hasinuddin.

Siti Cholisoh mengatakan, berdasar anjuran BKKBN, usia pernikahan yang ideal bagi perempuan di atas 20 tahun. Sedangkan bagi laki-laki di atas 25 tahun. Pada usia tersebut (baik mental, fisik, dan psikologis) diklaim sudah matang. ”Termasuk aspek sosial dan ekonomi,” katanya.

Hasinuddin menuturkan, kasus stunting terjadi sejak dalam kandungan. Akan tetapi, akan semakin terlihat ketika anak sudah menginjak usia 2 tahun. Karena itu, orang tua perlu memerhatikan asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama bagi anak.

”Itu rekomendasi dan langkah preventif yang harus dilakukan seorang ibu untuk mencegah anak stunting,” jelasnya.

Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini berharap para orang tua memiliki pemahaman yang baik untuk mencegah stunting.

Termasuk, tidak menikahkan anak-anaknya di bawah umur. Sebab, pernikahan dini tidak bisa dipisahkan dengan kasus stunting. ”Calon ibu memiliki risiko mengandung anak dengan kondisi stunting,” ingatnya. (di/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#sosialisasi #Trending #nutrisi #psikologis #pamekasan #berita pamekasan #stikes #stunting #pernikahan dini #orang tua #calon ibu #bakorwil