PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun 2024 pemerintah mengusulkan 1.020 warga mendapat bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH). Padahal, kuota program tersebut hanya untuk 228 orang. Hal itu berdasar data di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan.
Staf Bidang Perumahan DPRKP Pamekasan Dwi Budayana Eka D mengatakan, jumlah penerima bantuan program RTLH tahun depan menyusut. Sebab, penerima bantuan RTLH pada 2023 sebanyak 349 orang.
”Penerima bantuan program RTLH berkurang karena anggarannya juga menyusut,” ucapnya.
Menurut dia, total anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program bantuan RTLH pada 2024 sebesar Rp 3.990.000.000. Sedangkan anggaran yang dialokasikan pemerintah pada 2023 sebesar Rp 6.107.500.000.
”Kemungkinan pada tahun-tahun berikutnya jumlah penerima bantuan program RTLH di Pamekasan akan semakin berkurang. Penyebabnya, anggaran semakin sedikit dan di Pamekasan sudah tidak ada RTLH,” ulasnya.
Dia menjelaskan, nominal anggaran yang diberikan kepada setiap penerima bantuan program RTLH masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni, Rp 17.500.000.
"Anggaran belasan juta tersebut digunakan untuk membeli material sebesar Rp 15 juta dan ongkos tukang Rp 2,5 juta,” ulasnya.
Dia menambahkan, sebelum melakukan penetapan penerima bantuan program RTLH, institusinya melakukan survei. Salah satu tujuannya, memastikan yang bersangkutan layak menerima bantuan tersebut.
”Meski jumlah penerima bantuan program RTLH 2024 berkurang, kami tidak berani mengurangi jumlah pendamping yang saat ini mencapai 24 orang,” tandasnya. (ail/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti