Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jejak Sejarah dan Kiprah Persepam Pamekasan, Metamorfosis dari MVB, ISPS, dan PSP

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 8 Desember 2023 | 16:50 WIB
SEMANGAT: Ketua Askab PSSI Pamekasan Fattah Jasin berfoto bersama pemain Persepam Pamekasan di Mandhapa Ronggosukowati menuju Liga 3 Indonesia wilayah Jawa Timur tahun 2023, Senin (4/12)
SEMANGAT: Ketua Askab PSSI Pamekasan Fattah Jasin berfoto bersama pemain Persepam Pamekasan di Mandhapa Ronggosukowati menuju Liga 3 Indonesia wilayah Jawa Timur tahun 2023, Senin (4/12)

PAMEKASAN, RadarMadura.idTidak banyak yang tahu jejak sejarah Persepam Pamekasan. Klub yang dulu bermarkas di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo itu ada sejak zaman kolonialisme Belanda di Indonesia. Catatan yang ditemukan JPRM menyebutkan bahwa sejarah Persepam Pamekasan merupakan metamorfosis dari Induk Sepak Bola Pamekasan dan Sekitar (ISPS). Sedangkan ISPS sendiri adalah kelanjutan dari Madurasch Voetbal Bond (MVB).

Konon, sekitar tahun 1900 belum ada kompetisi resmi di Hindia Belanda. Di belahan Eropa dan Amerika sepak bola tumbuh seiring perkembangan teknologi. Tahun 1902, Oost-Java Voetbal Bond (OJVB) berdiri di Surabaya. Kemudian, pada 1916 mereka menggelar pertandingan sepak bola akbar (semacam turnamen). Dan, salah satu pesertanya adalah MVB yang bermarkas di Keresidenan Madura, yakni Pamekasan.

Catatan itu tertuang di dalam laporan Soerabaijasch Handelsblad terbitan Mei tanggal 20 tahun 1916. Pertandingan digelar dengan durasi 2x35 menit. Venuenya saat itu adalah Lapangan Masjid Cheng Ho Surabaya. Dalam pertandingan itu disebutkan, MVB kalah 0-2 melawan Madiun Voetbal Club (MVC).

Seiring berjalannya waktu, MVB tidak mampu bertahan. Klub tersebut vakum menjelang tahun-tahun Kemerdekaan RI 1945 diproklamasikan. Barulah pada 1970 ISPS itu dibentuk. Tujuannya, untuk mengakomodasi para bakat-bakat pemain sepak bola di Bumi Pamelingan. Sayangnya, dalam catatan tersebut tidak disebutkan siapa tokoh pendirinya.

Kisaran tahun 1973, ISPS berevolusi menjadi Persatuan Sepak Bola Pamekasan (PSP). Pada saat yang bersamaan mereka tampil dalam kompetisi sepak bola Indonesia yang dulu dikenal dengan sebutan Kompetisi Perserikatan. Penikmat dan pemerhati lapangan hijau di tanah air tidak akan asing dengan kompetisi tersebut. Sayangnya, akhir 1980-an PSP vakum. Catatan sejarahnya terputus.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pamekasan Fattah Jasin membenarkan hal tersebut. Kiprah Persepam di kancah sepak bola Indonesia memang cukup panjang. Fragmen itu penting menjadi catatan agar mampu menjadi spirit klub.

”Bahwa, nama Persepam Pamekasan itu luar biasa. Kejayaannya di hati masyarakat, saya yakin masih terkenang dan akan selalu diingat,” kata dia kepada JPRM.

Nama Persepam Pamekasan, menurut pria yang juga manajer klub muncul pada kisaran tahun 2000. Dibentuk oleh Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Pamekasan. Mereka mengarungi musim kompetisi pertamanya di Divisi III Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI).

”Kalau saya tidak salah ingat, dulu pelatihnya itu Achmad Jumrawi. Itu liga amatir. Masih ada Divisi Utama, I, II, dan seterusnya,” tambahnya.

Sejak itu, atmosfir Persepam Pamekasan mulai membesar. Ditambah, support dari masyarakat dan insan sepak bola di Pamekasan. Bahkan, tahun 2004, kata Fattah, tercatat naik kasta ke Divisi II. Hal itu tidak lepas karena ada peran pemerintahan, terutama Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i, yang sekaligus mendapat mandat memimpin PSSI Pamekasan.

Hendak tumbuh besar, keseriusan dan perhatian Pemkab Pamekasan mulai berkurang. Hal itu terjadi lantaran problem pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berimbas pada manajemen klub.

”Itu sedikit catatan awal Persepam Pamekasan. Klub ini sangat lama berada di Divisi II Liga Indonesia. Dan, kemudian tahun 2008 itu mereka promosi ke Divisi I Liga Amatir Indonesia,” bebernya. (di/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#liga amatir #divisi II #kompetisi #ISPS #mvb #persepam #pamekasan #Induk Sepak Bola Pamekasan dan Sekitar #sepak bola #pssi #sejarah #divisi I #divisi utama