Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nahas, Karina Double Decker Terbakar di Pamekasan, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Ina Herdiyana • Rabu, 29 November 2023 | 19:04 WIB
KOBONG: Petugas pemadam kebakaran berada di dekat bus Karina double decker B 7036 PRN Jakarta–Madura yang terbakar di Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan, Selasa (28/11). (LAILIYATUN
KOBONG: Petugas pemadam kebakaran berada di dekat bus Karina double decker B 7036 PRN Jakarta–Madura yang terbakar di Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan, Selasa (28/11). (LAILIYATUN

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bus Karina double decker B 7036 PRN menurunkan penumpang di Terminal Ronggosukowati, Pamekasan. Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) itu melanjutkan perjalanan menuju Terminal Arya Wiraraja, Sumenep. Namun, belum sampai ke tujuan akhir, bus lansiran 2018 tersebut terbakar.

Si jago merah mengamuk si bongsor trayek Jakarta–Madura sekitar pukul 04.15 Selasa (28/11). Tidak ada penumpang di dalam bus. Hanya tiga kru yang melanjutkan perjalanan ke Sumenep sebagai tujuan akhir. Namun, bus yang didominasi warna hijau lumut itu terbakar di Kota Pamekasan.

Sebelum api berkobar, Henki Narfii, yang pegang setir, melihat asap di dalam kabin. Asap itu mengepul di lantai bawah bagian tengah kiri. Asap tersebut terlihat saat bus berhenti di lampu lalu lintas (traffic light) Jalan Jingga, Kelurahan Barurambat Kota.

Setelah lampu di dekat pos lantas itu menyala hijau, bus belok kanan ke Jalan Jokotole. Tepat di depan Pespustakaan M. Tabrani, sopir 34 tahun, asal Bengkong, Batam, Kepulauan Riau, itu menepi. ”Ternyata ada percikan api. Kaget saya karena sampai ada api,” ujarnya.

Dia bergegas mengambil alat pemadam api ringan (apar). Api tersebut berupaya dipadamkan dengan apar, tetapi tak kunjung padam. Setelah itu, Henki mencoba memadamkan api tersebut menggunakan air kamar mandi. Namun, api semakin berkobar.

Saat api berkobar, sopir cadangan Abdul Mutollib tidur di lantai atas. Sementara kondektur Warsidi berada di pintu depan kiri. Mereka mencari bantuan. Gunung Harta, sesama bus AKAP, menepi untuk membantu.

”Tapi, apar yang mereka miliki itu kosong. Ya sudah kami pasrah dan sambil lalu menunggu damkar,” ujar Henki.

Berkisar 15 penumpang ngaspal bareng Karina ini dari Jakarta. Penumpang terakhir turun di Terminal Ronggosukowati. Yang lain sudah berpisah di Surabaya, Bangkalan, dan Sampang. Rencana perjalanan ke Sumenep wajib dilakukan karena harus ngetem di Kota Keris sebelum kembali mengantarkan penumpang ke ibu kota.

Warsidi mengaku merokok setelah membeli rokok di toko modern di Jalan Trunojoyo, Desa Laden, Pamekasan. Namun, hal tersebut bukan penyebab dari bus yang terbakar itu. ”Kami sempat beli rokok di deket pom bensin RSUD Smart itu, tapi tidak ada asap ataupun api,” tuturnya.

Menurut pria 30 tahun, asal Sragen, Jawa Tengah, itu kobaran api tidak mungkin karena rokok. Sebab, asap muncul di lantai bawah tengah sebelah kiri. ”Kemungkinan itu karena korsleting mesin atau gangguan di bagian saluran solar,” katanya.

Kasatlantas Polres Pamekasan AKP L Rahmad Budiarto menjelaskan, percikan api terlihat ketika bus berhenti di traffic light Jalan Jingga dan berhenti di Jalan Jokotole. Tiga kru berusaha memadamkan api, tapi tidak berhasil.

Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. ”Sementara disebabkan korsleting mesin,” jelas Rahmad. (ail/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#double decker #Terminal Ronggosukowati #bus #pamekasan #insiden #karina #transportasi #apar #terbakar #pemadam api ringan #jakarta #radar madura online #akap #Peristiwa