PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pelayanan PLN UP3 Pamekasan mendapatkan keluhan dari pelanggan. Sebab, biaya penambahan daya sangat besar, yakni mencapai puluhan juta. Pelayanan juga dinilai tidak memuaskan.
Warga Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Achmad Muhlis mengaku sudah menggelontorkan uang Rp 90 juta untuk penambahan daya listrik. Sebab, voltase listrik di rumahnya selalu turun sejak 2000-an.
Di rumahnya, kata Muhlis, juga kerap terjadi pemadaman. Pemadaman sepihak itu mengakibatkan peralatan elektronik di lembaganya rusak. ”Herannya, hanya penambahan daya kenapa sampai segitu? Ini sampai Rp 90 juta,” ungkapnya.
Muhlis menceritakan, semula dia hanya mau menambah daya sebesar 43.000 watt. Namun, setelah dilakukan survei, dia disarankan untuk menambah daya 66.000 watt agar lebih efektif. Dia langsung menyetujuinya karena beberapa alat elektronik di lembaganya rusak karena voltase yang tidak stabil.
”Saya langsung mengiyakan karena kata pihak sana agar bisa lebih efektif maka ditambah,” jelas Muhlis. Namun, dirinya terkejut saat mengetahui bahwa biaya penambahan daya mencapai Rp 90 juta.
Menurut Muhlis, mestinya perihal penambahan trafo karena overload itu tidak usah menunggu biaya dari para pelanggan. ”Benar-benar merasa dirugikan. Sudah membayar sampai Rp 90 juta, tapi pelayanannya tetap nol. Maunya PLN itu apa?” tegas Muhlis.
Manajer Unit Layanan Pelanggan UP3 Pamekasan Agung Setyobudi mengatakan, untuk pemasangan baru tambah daya memang bayar sesuai biaya penyambungan (BP). Menurutnya, bergantung penambahan daya dari selisih daya yang sebelumnya. ”Iya, itu sudah ketentuan bukan kebijakan,” katanya.
Agung juga menegaskan, biaya itu tidak dinikmati pribadi. Tapi, masuk ke negara. ”Bisa cek di PLN Mobile, lagian bayarnya juga online berdasarkan register. Kalau masih belum jelas, silakan ke kantor di bagian pelayanan,” tukasnya. (ail/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti