PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di balik kesuksesan seorang laki-laki, ada peran perempuan yang membantunya. Begitu yang terjadi pada Suparman. Pria asal Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, itu mampu meraup untung puluhan juta dari bisnis hasil inisiatif istrinya.
Saat dijumpai di rumahnya, tepatnya di Gang IV Jalan Pintu Gerbang Pamekasan, Suparman sedang membuat karangan bunga pesanan pelanggan. Usaha tersebut ditekuni sejak enam tahun lalu.
Awalnya, dia membuka usaha karangan bunga itu di Pasongsongan, Sumenep. Kemudian, sejak tiga tahun terakhir, dia membuka usaha di Pamekasan.
Suami dari Nurul Arifah itu memaparkan, usahanya tersebut bermula saat istrinya kecelakaan dan tidak bisa bekerja. Sebelumnya, dia merantau ke Kalimantan dan Malaysia. Kemudian, pulang ke rumah hidup bersama istri.
”Karena tidak punya pekerjaan, istri mempunyai ide untuk memulai usaha karangan bunga ini. Alhamdulillah, masih berlanjut sampai sekarang,” ujarnya Sabtu (18/11).
Menurutnya, sejak awal memulai usaha tersebut, Suparman tidak membuka kios. Karangan bunga itu dikerjakan di rumahnya. Pemasarannya menggunakan media sosial, sehingga yang memesan cukup banyak.
Pria 51 tahun itu memaparkan, karangan bunga buatannya dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari yang termurah hingga harga termahal. Paling murah ukuran dua kali satu meter, yakni Rp 600 ribu.
”Sedangkan yang paling mahal ukuran 1,5 meter kali 2 meter dibanderol dengan harga Rp 2.500.000,” terangnya.
Bapak lima anak itu menjelaskan, meski usaha rumahan, omzetnya lumayan menjanjikan. Jika ramai pesananan, omzet yang diperoleh bisa tembus Rp 80 juta.
Suparman juga merekrut pekerja. Dia dibantu empat orang karyawan saat mengerjakan pesanan. ”Alhamdulillah, sudah menyerap empat tenaga kerja,” pungkasnya. (bai/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti