PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penanganan kasus pembunuhan sopir truk yang terjadi Jumat (7/9) lalu jalan di tempat. Polres Pamekasan belum berhasil mengungkap dua pelaku penganiayaan yang menghilangkan nyawa Imam Sutomo, 43, warga Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, itu.
Padahal, penanganan kasus tersebut sudah berlangsung selama dua bulan lebih sejak peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Pamekasan–Sumenep. Tepatnya di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan.
Baca Juga: Kerabat Korban Pembunuhan di Pamekasan Kecewa Hariyanto Divonis 12 Tahun
Sekretaris Desa Bullaan Suhairi mengaku, sampai sekarang tidak ada lagi informasi lanjutan dari Polres Pamekasan. Artinya, penanganan kasus tersebut tidak jelas apakah masih diproses atau tidak.
”Tidak ada informasi lagi yang kami terima. Terakhir mendapat informasi saya sudah lupa,” ucap dia pada JPRM melalui sambungan telepon Jumat (17/11).
Suhairi menegaskan, keluarga masih berharap Polres Pamekasan mengungkap kejadian tersebut. Sebab, masyarakat juga bertanya-tanya kenapa penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa Imam Sutomo itu bisa terjadi. ”Keluarga jelas ingin tahu siapa pelakunya,” tegasnya.
Kasihumas Polres Pamekasan Iptu Sri Sugiarto tidak mau memberikan keterangan lebih banyak. Dia hanya menyampaikan, masih menunggu informasi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan.
”Masih ditangani. Saya belum tahu informasinya. Nanti saya tanyakan lagi ke penyidiknya,” ucap dia.
Baca Juga: Diduga Karena Asmara, Kasus Pembunuhan Kembali Terjadi di Pamekasan
Sri mengatakan, penanganan kasus tersebut tidak akan dihentikan. Dia berjanji, Polres Pamekasan akan terus berupaya semaksimal mungkin mencari pelaku. ”Tidak dihentikan. Masih jalan dan terus diproses,” klaimnya.
Peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan korban jiwa itu sempat menggegerkan warga Pamekasan. Dua orang menjadi korban.
Yakni, Imam Sutomo selaku sopir truk dan Iwan selaku kernet. Pria 28 tahun itu asal Desa Geddugan, Kecamatan Gili Genting.
Iwan mengalami luka-luka. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan. Sementara Imam Sutomo meninggal dunia. (di/pen)