PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pasien yang terjangkit penyakit hepatitis B perlu mendapat perhatian serius. Sebab, jika dibiarkan tanpa pengobatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan (faskes), akan memicu penyakit lain atau komplikasi. Bahkan, memicu kematian.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Hidayat menyatakan, semua kalangan berpotensi terjangkit penyakit hepatitis B. Terutama, mereka yang tergolong usia produktif. ”Yang paling rentan usia produktif. Mereka yang usianya berkisar 15–60 tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Lindungi Anak dari Hepatitis Misterius Akut
Menurut dia, kalangan ibu hamil (bumil) juga harus waspada dengan hepatitis B. Sebab, penyakit yang disebabkan oleh virus hepatotropik dan virus nonhepatotropik tersebut dapat menular ke janin yang dikandung. ”Makanya, bumil harus menjaga kesehatannya. Jika abai, berpotensi terkena hepatitis B,” katanya.
Hidayat menerangkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan bumil agar terhindar dari hepatitis B. Di antaranya, rajin memeriksakan kondisi kesehatannya ke faskes terdekat. ”Jika bumil sudah dinyatakan positif hepatitis B, yang bersangkutan harus divaksinasi. Tujuannya, agar penyakit yang diidap tidak menular ke janin,” imbuhnya.
Dia menambahkan, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga membuat bumil terhindar dari hepatitis B. Termasuk menjaga higienitas makanan serta dilarang gonta-ganti peralatan mandi. ”Jika mengonsumsi makanan yang tidak steril, akan memicu hepatitis B,” terangnya.
Hidayat juga menyarankan rajin menjaga stamina tubuh. Caranya, rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). ”Jika semuanya terjaga dengan baik, peluang terkena hepatitis B kecil,” tandasnya. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta