PAMEKASAN, RadarMadura.id – Berbagai cara dilakukan para pemuda untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Seperti yang dilakukan organisasi Cipayung di Pamekasan. Mereka menggelar mimbar aspirasi untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.
Organisasi Cipayung itu terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Mimbar aspirasi itu digelar di monumen Arek Lancor Sabtu, (28/10).
Perwakilan dari PMII Pamekasan yang menyuarakan aspirasinya kali pertama. Mereka menyampaikan akan terus konsisten mengawal persoalan tambang ilegal yang kian marak di Kota Gerbang Salam.
”Kegiatan ini menjadi suntikan energi awal kepada kami. Ke depan, kami akan terus mengawal tambang ilegal di Pamekasan yang sangat berdampak buruk pada lingkungan,” tegas Ketua PC PMII Pamekasan Homaidi.
Kemudian, Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Fathorrahman menyampaikan, tiga organisasi besar itu menjadi kontrol sosial.
Para mahasiswa itu akan terus mengontrol peraturan yang tidak pro terhadap masyarakat Pamekasan.
”Dengan adanya kegiatan ini, semoga bisa lebih meningkatkan rasa semangat kita untuk memajukan Pamekasan,” ucap Fathor.
Di samping itu, GMNI Pamekasan membawa beberapa keluh kesah yang dirasakan oleh para petani, nelayan, dan juga buruh.
Mulai dari harga pupuk yang mahal dan langka, harga BBM mahal, dan hasil melaut yang terus merosot.
”Mimbar aspirasi ini sebagai refleksi bagi kami, agar cita-cita dan semangat perjuangan para pemuda bisa terus membara,” ungkap Sekjen GMNI Pamekasan Syuhada’.
Mimbar aspirasi itu semakin lengkap karena dihadiri Pengasuh Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar RKH Abbas Muhammad Rofi’i. Lora muda itu memang menjadi panutan bagi para pemuda di Pamekasan.
”Kegiatan kali ini murni keinginan teman-teman untuk menyampaikan unek-unek mereka. Kegiatan ini juga kembali mengingatkan kiprah para pemuda untuk bangsa ini.
Tanamkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta setia menjunjung tinggi Pancasila,” tuturnya. (ail/pen)
Editor : Abdul Basri