PAMEKASAN, RadarMadura.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Noer di Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Rabu (25/10). Semula rumah sakit itu berstatus tipe C. Kemudian Pemprov Jatim meningkatkan menjadi tipe B.
Sesuai rencana rumah sakit akan dibangun dengan luas 2,8 hektar dengan tiga gedung utama di atas lahan 5,8 hektar. Gubernur Khofifah optimis rumah sakit itu akan menjadi penguat baik secara kuantitatif maupun kualitatif layanan kesehatan pada masyarakat.
Sehingga bisa memberikan layanan kesehatan lebih maksimal, lebih komprehensif. Progres pengerjaan proyek itu sudah 60 persen.
Baca Juga: Gubernur Apresiasi Pengembangan Sapi Madura, Pj Bupati Pamekasan Masrukin Terima Penghargaan
"Nantinya, rumah sakit ini akan disupport alat kesehatan dan dokter-dokter spesialis yang komprehensif. Sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat lebih luas cakupannya dan lebih maksimal," katanya.
Khofifah mengatakan, rencana pembangunan RSUD Mohammad Noer memiliki penambahan kapasitas sebanyak 250 tempat tidur untuk pasien. Sebelumnya, di RSMN yang lama hanya ada 140 tempat tidur.
"Harapannya tentu dapat bersinergi dengan RSUD Pamekasan,” ungkap nya.
Kebutuhan paling mendesak untuk pelayanan kesehatan di RSUD Mohammad Noer adalah pelayanan terkait dengan penyakit jantung. Terkait dengan kardiovaskular akan menjadi prioritas, supaya masing-masing bisa saling kontributif, saling mengisi, saling melengkapi.
“Intinya layanan kesehatan masyarakat harus bisa lebih terlayani makin komprehensif, makin kualitatif, dan tentu di support oleh dokter-dokter spesialis dan alkes yang memenuhi kebutuhan layanan masyarakat Madura,” imbuhnya.
Baca Juga: Pembangunan RSUD Mohammad Noer Pamekasan Butuh Anggaran Rp 400 Miliar
Pemprov Jatim akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama di daerah kepulauan di Madura.
“Tahun ini adalah tahap keempat, pemprov untuk memberikan layanan di daerah kepulauan, nanti malam saya akan melepas para dokter, paramedik, dan juga seluruh teknisi. Insyaallah besok mereka berlayar ke beberapa pulau di Sumenep,” katanya.
Kegiatan layanan kesehatan di kepulauan tersebut, menurut Khofifah dilakukan atas berkat sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan harapan pelayanan kesehatan masyarakat Madura bisa terlayani. (bam/dry)
Editor : Hendriyanto