PAMEKASAN, RadarMadura.id – Empat bulan lagi masyarakat Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Para tokoh Madura dari lintas profesi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Surabaya pada Selasa (17/10) malam. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga dan mengawal pemilu damai dan demokratis.
Pertemuan itu dihadiri antara lain, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Rektor IAIN Pontianak Syarif, Rektor UIN KHAS Jember Babun Suharto, Rektor Unitomo Siti Marwiyah, dan Staf Khusus Wakil Presiden Masduki Baidlowi.
Kemudian, ada budayawan D Zawawi Imron, akademisi UGM Jogjakarta Abdul Gaffar Karim, dan Ema Marhumah. Lalu, Dewan Masyayikh Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk Prof Dr KH Abdul A’la, Pengasuh Ponpes Al-Amein Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani, dan Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah Depok KH Cholil Nafis. Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi dan puluhan tokoh Madura lainnya juga hadir.
KH Ahmad Fauzi Tidjani menuturkan, pertemuan itu digagas Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf untuk mengajak masyarakat Madura menjaga keamanan bersama demi pemilu damai. Tidak hanya itu, yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah menghindarkan masyarakat dari jebakan praktik politik identitas. Sebab, selama ini setiap pemilu isu identitas menjadi hal utama.
”Politik identitas ini cenderung mengakibatkan polarisasi di masyarakat. Kita tidak ingin ini terjadi di Madura. Kita wajib menjaga kedamaian,” jelasnya Rabu (18/10).
Menko Polhukam Mahfud MD senang bisa bersua dengan tokoh masyarakat dan berkomitmen menjaga pemilu damai dan demokratis. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, masyarakat tidak boleh bertengkar, apalagi sampai cerai-berai karena beda pilihan politik elektoral. Sebab, keutuhan dan kepentingan negara jauh lebih penting.
”Dengan komitmen yang disampaikan para tokoh Madura, saya senang, karena ini sangat membantu terhadap keamanan negara,” jelasnya dalam keterangan tertulis. (di/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti