PAMEAKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan harus memutar otak dalam membenahi fasilitas pariwisata. Pasalnya, pembenahan dan pemeliharaan destinasi wisata tidak kebagian anggaran pada perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (P-APBD).
”Tidak ada. Kami tidak kebagian anggaran untuk pembenahan maupun pemeliharaan,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Pamekasan Moh. Zahrie Selasa (10/10).
Dia mengatakan, anggaran Pamekasan mengalami defisit. Akibatnya, tidak ada penambahan anggaran. ”Kalau tidak ada anggarannya, kami fokus pada program yang sudah ada,” ucap dia.
Untuk itu, pembenahan pariwisata mengandalkan dana alokasi khusus (DAK) yang saat ini sedang dalam proses pengajuan. Akan tetapi, kepastiannya masih menunggu tahun anggaran baru.
Disporapar tidak muluk-muluk dalam pengajuan DAK. Nominal yang akan diajukan berkisar Rp 1 miliar. ”Semoga bisa dipenuhi. Kalau disetujui, akan kami alokasikan untuk membenahi wisata di Pamekasan,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi membenarkan, bahwa pada perubahan OPD dituntut menghemat anggaran. Semua program yang akan dilaksanakan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Terkait wisata, dia tidak memungkiri, bahwa ke depan butuh sentuhan yang lebih ekstra. Dia mendorong disporapar menyusun postur anggaran yang bakal diajukan ke pemerintah pusat sebesar mungkin. Tujuannya, agar bisa meng-cover semua kebutuhan yang direncanakan.
”Kalau masih berharap dari APBD, tampaknya mustahil. Makanya, kesempatan yang ada terkait pengajuan DAK ini jangan sampai tidak digunakan secara maksimal,” sarannya. (di/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta