PAMEKASAN, RadarMadura.id – Satpol PP dan Damkar Pamekasan harus lebih siaga. Sebab, pada musim kemarau sering terjadi kebakaran. Pada awal bulan saja, ada enam insiden kebakaran.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Pamekasan Misyanto menyatakan, tahun ini sedang kemarau panjang. Banyak dedaunan dan semak belukar yang mengering dan mudah terbakar. ”Jika ada yang membakar sampah, apinya akan lekas menjalar dan membesar,” ujarnya.
Yanto memaparkan, sejak Kamis (7/9) hingga Minggu (10/9) telah terjadi kebakaran di enam lokasi. Bahkan dalam sehari, timnya harus memadamkan api di dua lokasi. ”Pada Jumat (8/9), timnya memadamkan api di Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, dan Desa Laden, Kecamatan Kota Pamekasan,” paparnya.
Menurut dia, pemicu kebakaran karena beberapa hal. Salah satunya, pemilik lahan enggan membersihkan semak belukar yang sudah kering sehingga memilih membakarnya. ”Jika membakar semak belukar tanpa menjaga, itu yang memicu terjadinya kebakaran lahan,” terangnya.
Meski kebakaran tersebut tidak berskala besar, tetap perlu diwaspadai. Sebab, jika dibiarkan, api bisa menjalar ke permukiman warga. ”Perlu kesadaran masyarakat juga untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api,” ujarnya.
Yanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan setiap peristiwa kebakaran ke institusinya sehingga dapat ditangani dan api segera dipadamkan. ”Saat membakar sampah, hendaknya dijaga dan pastikan apinya benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” ingatnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi menyatakan, saat kemarau panjang memang rentan terjadi kebakaran. Hal tersebut semestinya mendapat perhatian dari pemkab.
”Pemerintah kecamatan dan desa harus diimbau untuk benar-benar menjaga lingkungan. Terutama, dari ancaman kebakaran lahan. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan demi keselamatan bersama,” ucapnya. (bai/yan)
Editor : Berta SL Danafia