PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penderita tuberkolosis (TBC) di Kota Gerbang Salam mengkhawatirkan. Sebab, jika merujuk pada data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), warga Pamekasan yang diduga menderita penyakit menular tersebut mencapai 9.161 orang. Hal itu mengindikasikan penularan TBC sangat cepat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifuddin menyatakan, semua tenaga kesehatan digerakkan untuk memberantas penyakit tersebut. TBC digolongkan penyakit kronis atau penyakit menular melalui udara. ”Bisa disembuhkan asal minum obat teratur selama enam bulan,” katanya.
Menurut dia, tahun ini institusinya ditarget Kemenkes menemukan 1.885 penderita TBC dan harus segera diobati. ”Hingga Agustus, kami baru bisa menemukan 699 penderita TBC. Semua warga yang mengalami gejala TBC harus dilaporkan di aplikasi SITB (Sistem Informasi Tuberkolosis),” terangnya.
Dia menjelaskan, agar penanganan TBC maksimal, pihaknya dibantu beberapa organisasi. Misalnya, Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) Cabang Pamekasan dan Public Private Mix (PPM). Mereka juga bertanggung jawab mengeliminasi TBC. ”Mereka aktif turun dan sosialisasi kepada masyarakat,” terangnya.
Duta Kesehatan Favorit Jatim Ayu Laila Arik menyesalkan kinerja dinkes yang belum memenuhi target yang ditentukan oleh pusat. Menurut dia, pemkab harus mengevaluasi dan memiliki inovasi untuk mencapai zero eliminasi tersebut.
”Kami berharap pemerintah lebih proaktif, peduli, dan gencar melakukan sosialisasi untuk memberantas TBC. Saya selaku duta kesehatan siap terjun ke tengah-tengah masyarakat. Apalagi, Pamekasan adalah kota kelahiran saya,” ucapnya. (ay/yan)
Editor : Berta SL Danafia