PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tahun ini mengucurkan anggaran jumbo untuk pembangunan di Pamekasan. Yakni, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Noer Pamekasan.
Megaproyek yang dikerjakan di Desa Laden, Kecamatan Kota Pamekasan, itu rencananya akan dibangun lima lantai. Pekerjaannya bertahap dengan total kebutuhan anggaran Rp 400 miliar.
Direktur RSUD Mohammad Noer Pamekasan Nono Ifantono mengatakan, pembangunan tersebut dicanangkan pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur tahun 2019. Proyeksinya, sebagai rumah sakit rujukan pertama di Madura.
Membangun rumah sakit butuh perencanaan yang sangat matang. Ada banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari perencanaan hingga penentuan lokasi. ”Tidak sama dengan membangun rumah,” kata dia kepada JPRM.
Dalam penentuan lokasi, pembangunan RSUD Mohammad Noer itu cukup panjang. Bahkan, sempat mendapat anggaran untuk pengadaan tanah, tetapi digagalkan karena tidak bisa langsung membeli.
”Kami harus mencari dulu lokasi yang sesuai dengan syarat-syarat dan harus menyusun studi kelayakan,” tambahnya.
Dalam menyusun studi kelayakan, perlu melibatkan berbagai pihak. Mulai dari konsultan, dan pihak terkait lainnya. Setelah itu, pengajuan penetapan lokasi. ”Kami ajukan ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa, kalau tidak salah Agustus 2019,” tambahnya.
Lokasi yang saat ini menjadi tempat pembangunan dianggap layak. Penetapan lokasinya terjadi tahun 2020. Kemudian dilakukan feasibility study untuk melihat kelayakan dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pamekasan.
”Ruwet untuk proses dan perencanaannya itu. Tidak asal bangun dan mencairkan anggaran. Masih ada plan lagi, analisis dampak lingkungan dan sebagainya,” sebutnya.
Setelah semua dokumen selesai, pihaknya mengajukan anggaran ke Pempov Jatim. Awalnya senilai Rp 400 miliar. Tetapi, tidak bisa terpenuhi pada 2023. Akibatnya, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Berhubung tahun 2024 bertepatan dengan momen pemilihan umum (pemilu), pihaknya tidak menjamin proses selanjutnya bisa dilaksanakan. Sebab, pemerintah juga butuh anggaran besar untuk agenda pesta demokrasi itu.
Nono enggan menjelaskan secara terperinci termin proyek tersebut. Alasannya, tidak memegang data. Dia hanya bersedia menyebutkan anggaran keseluruhan. ”Kalau termin itu bukan ke saya,” lanjutnya.
Nono mengeklaim, sejauh ini pembangunan rumah sakit itu berjalan dengan baik. Bahkan, tidak menemukan kendala apa-apa di lapangan. ”Tapi, yang tahu detailnya itu pelaksana dan pengawas,” ungkap dia.
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Mathur Husyairi mengatakan, setiap pembangunan rumah sakit tujuannya adalah memenuhi akses kesehatan bagi masyarakat. Untuk itu, harus benar-benar dilaksanakan secara maksimal.
Dia juga meminta, pelaksana dan direktur RSUD Mohammad Noer transparan. Sebab, anggaran yang dipakai adalah milik negara. Publik wajib tahu dana tersebut digunakan untuk apa saja. ”Saya mendorong agar transparan dalam penggunaan anggaran,” ujarnya.
Mathur berjanji akan mendatangi lokasi megaproyek itu. Tetapi, terkait jadwalnya, masih akan dikoordinasikan dengan pimpinan di legisltif Jawa Timur. ”Ya, untuk melihat saja progres pengerjaannya seperti apa. Tapi, pasti kami berkunjung ke sana,” pungkasnya. (di/pen)
Editor : Berta SL Danafia