PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rencana revitalisasi taman Arek Lancor oleh badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) mendapat tanggapan serius dari DPRD Pamekasan. Pasalnya, ikon Bumi Gerbang Salam itu dinilai perlu pembaruan.
Kepala Bappeda Pamekasan Sigit Priyono mengungkapkan, instansinya berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH). Sebab, pengelolaan Arek Lancor adalah wewenang DLH. ”Ya, gak mungkin kita tidak melibatkan DLH. Karena Arek Lancor itu pengelolaannya di bawah DLH,” kata Sigit melalui sambungan telepon Senin (4/9).
Sigit mengaku, naskah akademik sebagai acuan dalam perencanaan itu masih dalam proses. Dia mengeklaim akan melakukan kajian yang serius untuk merevitalisasi Arek Lancor. ”Semua pihak kita libatkan agar maksimal. Saya pikir masukan dari legislatif itu sangat penting bagi kami,” ucapnya.
Kepala DLH Pamekasan Supriyanto membenarkan bahwa instansinya tetap dilibatkan dalam pengajuan revitalisasi. Hanya, semua prosesnya dipasrahkan kepada bappeda. ”Termasuk desain dan pengajuan anggarannya itu nanti mereka, tapi kami tetap dilibatkan,” tambahnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam meminta bappeda dan DLH merencanakan dengan serius. Tidak sekadar untuk kepentingan program tahun anggaran 2024. Umam menyebut, keberadaan Arek Lancor sebagai representasi historis, budaya, dan local wisdom Pamekasan belum utuh.
Karena itu, dia ingin revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, tidak setengah-setengah. ”Memang harus di-update itu,” katanya.
Oleh karenanya, bappeda dan DLH, lanjut Umam, harus melibatkan akademisi, seniman, dan budayawan. Sehingga, desain yang dihasilkan dari revitalisasi itu tidak ngambang dan benar-benar memberikan perubahan yang lebih estetis dan baik.
”Naskah akademik itu saya kira penting untuk semua pembangunan. Termasuk revitalisasi, karena Arek Lancor ini lokasinya tepat di jantung sekaligus pusat Kota Pamekasan. Makanya, kemarin saya bilang kalau anggarannya sedikit, mending jangan dulu,” tandasnya. (di/luq)
Editor : Berta SL Danafia