PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berencana menerbangkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Madura. Namun, rencana itu gagal diwujudkan karena berbagai pertimbangan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengakui pemprov berencana memodifikasi cuaca di Madura dengan TMC. Tujuannya, agar suhu udara di Pulau Garam tidak terlalu panas saat musim kemarau.
”Alat dari BNPB itu nanti akan memodifikasi cuaca di sini. Cuma tidak jadi karena ada beberapa pertimbangan,” ucapnya.
Salah satu pertimbangan yang melatarbelakangi gagalnya penggunaan TMC di Madura yaitu mata pencarian masyarakat. Saat musim kemarau, banyak warga yang memproduksi garam dan tembakau.
”Terlalu berisiko jika dilaksanakan di sini (Madura). Itu kesepakatan kepala BPBD se-Madura,” terangnya.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan Geger Heri Susianto menyampaikan, pihaknya memang sempat diminta keterangan kesiapan oleh BNBP pusat tentang penggunaan TMC. Namun, pihaknya tidak langsung mengiyakan.
Sebab, ada berbagai pertimbangan yang harus dicermati sebelum kebijakan itu dioperasikan. Salah satunya, para petani garam di Kota Salak. ”Kalau saya juga sepakat. Cuma harus melihat sikon sebelum menyetujui. Sekalipun Madura memang perlu hal itu,” terangnya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti