PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pamekasan memiliki potensi wisata yang cukup banyak. Salah satunya wisata Api Tak Kunjung Padam. Namun hingga kini wisata itu dikelola perorangan.
Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olaharga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahri menyampaikan, pariwisata di Pamekasan mulai berkembang.
Kesadaran masyarakat dalam mengembangkan pariwisata juga menggeliat.
Total terdapat 25 tempat wisata di Pamekasan. Namun, yang masih dikelola oleh perorangan atau belum berbadan hukum dari SK kepala desa ada delapan wisata. Salah satunya wisata Api Tak Kunjung Padam.
”Ada delapan tempat wisata yang dikelola perorangan, seperti Api Tak Kunjung Padam, padahal itu ikon Pamekasan,” tambahnya.
Menurutnya, puluhan tahun Api Tak Kunjung Padam dikelola perorangan. Pemicunya, \ sempat terjadi dualisme yang mengaku pemilik lahan. Akibatnya, kerja sama pengelolaan belum berhasil.
”Itu seperti lahan sengketa, ada dua pengelola. Jadi kami kesulitan untuk mengatasi itu,” jelasnya.
Zahri menambahkan wisata yang bisa dikelola pemerintah akan dibantu pengelolaannya oleh pemerintah.
Baik dari segi akses jalan dan sarana prasarana lainnya. Apalagi, pihaknya bisa mengajukan dana ke pemerintah pusat. ”Kami akan coba duduk bareng untuk membicarakan pengelolaan Api Tak Kunjung Padam itu,” pungkasnya. (ay/pen)
Editor : Abdul Basri