PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sampai saat ini Pemkab Pamekasan baru memiliki satu destinasi wisata binaan yang berkonsep pariwisata hijau.
Yakni, ekowisata mangrove Lembung yang terletak di Desa Lembung, Kecamatan Galis. Pemkab saat ini masih enggan untuk menambah pariwisata hijau.
”Sementara ekowisata mangrove Lembung. Kami rawat yang ada dulu, satu saja masih kewalahan untuk anggaran pemeliharaan,” kata Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahrie.
Menurut dia, sampai saat ini institusinya belum menemukan destinasi wisata yang memiliki konsep green tourism seperti ekowisata mangrove Lembung.
”Saat ini Pemkab Pamekasan baru memiliki tiga destinasi wisata binaan. Di antaranya, objek wisata Jumiang, objek wisata pantai Talang Siring dan ekowisata mangrove Lembung,” ucapnya.
Dijelaskan, nanti pemkab akan mencoba bekerja sama dengan wisata non pelat merah untuk konsep wisata hijau ini. ”Mau kami survei dulu mana (destinasi wisata) yang cocok.
Tapi, untuk saat ini belum fokus ke sana (menambah destinasi wisata binaan yang berkonsep green tourism), mungkin tahun depan," terangnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sabuk Hijau Ekowisata Mangrove Lembung Slaman menyampaikan, pengelolaan ekowisata mangrove Lembung memang fokus terhadap edukasi mangrove.
”Kami menjalin kerja sama dan melakukan penanaman bibit mangrove dengan organisasi atau kelompok masyarakat. Kami juga menerima kunjungan murid TK sampai SMA yang ingin mempelajari mangrove,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Abdul Basri