PAMEKASAN, RadarMadura.id – Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) mengeluhkan kondisi Sentra Sae Rassah yang terletak di Jalan Dirgahayu. Pasalnya, banyak problem yang mengurangi kenyamanan mereka.
Problem itu di antaranya beban listrik yang tinggi, tidak ada pagar belakang yang akhirnya menjadi pemicu aksi pencurian, hingga sepinya pengunjung Sentra Sae Rassah.
Kondisi itu bahkan sudah disampaikan kepada Bupati Pamekasan Badrut Tamam pada Rabu (9/8).
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (UKM dan Naker) Pamekasan Muttaqin mengaku sudah mendapat informasi dari bupati. Dia berjanji akan memenuhi permintaan PKL.
Namun, Muttaqin menyatakan tidak bisa langsung mengeksekusi. Misalnya seperti pemasangan pagar, harus diajukan anggaran terlebih dahulu.
”Ada mekanismenya. Tidak mungkin direalisasikan tahun ini. Kecuali disetujui dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) perubahan,” katanya.
Terkait perubahan listrik dari prabayar ke pascabayar, Muttaqin minta PKL untuk mengajukan surat permohonan. Dengan begitu, institusinya bisa meneruskan pada PLN.
”Kalau suratnya ada, langsung kami proses,” janjinya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim meminta pemerintah segera memenuhi permintaan PKL.
Termasuk melakukan evaluasi agar PKL merasa diuntungkan dan nyaman.
”Tersiar kabar pendapatan PKL menyusut. Informasi yang saya terima tidak hanya PKL yang ada di Jalan Dirgahayu, tapi juga di Jalan Kesehatan.
Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” tandasnya. (di/yan)
Editor : Abdul Basri