Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ustad Abdul Somad Doakan JPRM Semakin Eksis

Abdul Basri • Senin, 24 Juli 2023 | 00:40 WIB

 

KHUSYUK: UAS memipin doa untuk HUT Ke-24 JPRM ditemani Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani (serban hijau), Kepala JPRM Biro Pamekasan Moh. Subhan, dan Wakabiro Moh. Ali Muhsin.
KHUSYUK: UAS memipin doa untuk HUT Ke-24 JPRM ditemani Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani (serban hijau), Kepala JPRM Biro Pamekasan Moh. Subhan, dan Wakabiro Moh. Ali Muhsin.

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dai nasional Ustad Abdul Somad (UAS) ditemani Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani berkunjung ke JPRM Biro Pamekasan Sabtu (22/7). Kunjungan ini dilakukannya di sela-sela menempuh perjalanan ke Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata.

Silaturahmi ustad asal Sumatera Utara itu terbilang istimewa karena berbarengan dengan momen HUT Ke-24 JPRM. Bahkan, dia juga sempat melakukan pemotongan tumpeng dan mendoakan koran terbesar di Madura itu semakin eksis.

Dalam kesempatan itu, UAS menyampaikan, ke depan Indonesia diprediksi akan mengalami surplus penceramah (ustad). Untuk menjadi penceramah harus lulusan pesantren. Akan tetapi, tidak semua kaum santri harus menjadi penceramah.

”Bisa jadi apa saja, termasuk bekerja di media sebagai jurnalis, karena media dakwah itu sangat luas,” tutur UAS.

Alumnus Al-Azhar Kairo, Mesir, itu menyampaikan, jika ingin melihat gambaran Indonesia 30–40 tahun ke depan, maka harus melihat Madura. Sebab, di Madura kaum santri sudah masuk ke berbagai bidang, termasuk bidang media jurnalistik.

”Alumni pesantren tidak harus menjadi penceramah untuk juga berdakwah. Dakwah bisa melalui banyak hal, termasuk dalam menulis berita,” ujarnya.

Ditegaskan, kaum santri memiliki peranan besar bagi sejarah bangsa Indonesia dan agama Islam. Jika ada yang meragukan kapabilitas santri, harus berkunjung ke Madura.

BERKAH: Kru JPRM Biro Pamekasan foto bersama dengan UAS dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, Sabtu (22/7).
BERKAH: Kru JPRM Biro Pamekasan foto bersama dengan UAS dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, Sabtu (22/7).

”Bisa dipastikan orang yang ragu pada kemampuan santri itu pikniknya kurang jauh, atau ngopinya tidak pernah sampai ke Madura,” jelasnya dengan nada guyon.

UAS berharap, santri punya pemahaman luas. Tidak hanya dalam soal ilmu agama. Ilmu-ilmu lain juga harus dikuasai, sehingga santri bisa menemukan titik temu dari berbagai profesi yang ada.

”Baik sebagai polisi, TNI, politisi atau jurnalis, nanti ketemunya adalah sama-sama alumni pesantren. Harus paham bahwa, ta’addud al-washilah wahdatu al-ghayah, banyak cara tapi tujuannya satu, yakni li i’la kalimatillah,” tambahnya.

Ustad yang dianugerahi gelar profesor oleh Universitas Islam Sultan Sharif Ali (Unissa), Brunei Darussalam itu mengaku senang pada JPRM. Sebab, sejak berdirinya hingga saat ini selalu memberikan ruang khusus bagi pesantren. Terutama dengan menjadikan alumni pesantren sebagai karyawan.

”Saya senang setelah mendengar bahwa di JPRM karyawannya mayoritas alumnus pesantren. Artinya, JPRM juga memberikan jawaban kepada masyarakat luas apabila ada yang meragukan lulusan pesantren akan bekerja apa dan di mana,” tandasnya.

 

Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani juga turut mendoakan JPRM agar semakin eksis. Terutama sebagai sumber informasi, baik yang sifatnya sosial, pendidikan, politik, dan pembangunan di Madura.

Menurutnya, JPRM menjadi contoh yang baik sebagaimana media dikelola secara profesional. Baik dalam penerbitan berita dan sebagainya. ”Saya yakin JPRM sudah melalui berbagai tahapan, dan saya apresiasi bahwa sampai saat ini masih menjadi media terdepan dan rujukan bagi masyarakat Madura,” kata Kiai Fauzi.

Kepala JPRM Biro Pamekasan Moh. Subhan berterima kasih atas kunjungan UAS dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep. Dia tidak menduga tokoh nasional itu bisa silaturahmi ke kantornya. Apalagi, momentum tersebut berbarengan dengan menyambut HUT Ke-24 JPRM.

”Kami berdiskusi dengan khidmat dan berkesempatan minta doa agar JPRM terus bermanfaat untuk semuanya. Alhamdulillah banyak kesan dan pesan yang disampaikan beliau,” pungkas Subhan. (di/pen)

Editor : Abdul Basri
#hut jprm #KH Ahmad Fauzi Tidjani #ponpes #uas #ustad abdul somad #Mambaul Ulum Bata-Bata