Menurut Hamidi, warga Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, ombak besar mulai menerjang sejak Jumat (23/12) sore. Akibatnya, puluhan perahu milik warga rusak dan sebagian hancur. ”Angin kencang bertiup sampai malam. Kebetulan air laut sedang pasang,” ucap Hamidi.
Menurutnya, ada 20 perahu yang rusak. Delapan perahu di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah, termasuk miliknya. ”Total kerugian yang saya alami sekitar Rp 15 juta. Sebab, alat-tangkap ikan dan mesin perahu terseret ombak. Hilang entah ke mana. Ombaknya sangat besar,” ungkap pria berusia 50 tahun itu.
Kapolsek Tlanakan AKP Achmad Supriyadi mengatakan, ada tiga daerah yang terdampak terhadap musibah tersebut. Yaitu, Desa Kramat, Branta Pesisir, dan Bandaran. ”Kerusakan yang terjadi di Desa Kramat cukup parah. Terdapat 22 perahu nelayan mengalami kerusakan. Kalau di Branta Pesisir sama Bandaran, masing-masing ada lima perahu yang rusak,” jelasnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengungkapkan, kemungkinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melalui OPD terkait akan memberikan santunan kepada para korban. ”Saat ini kami masih menunggu laporan dari perangkat desa atau camat setempat,” tandasnya. (ail/yan) Editor : Abdul Basri