Atlet asal Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, itu mendapat panggilan dari timnas INAF untuk bermain pada kejuaraan Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022 di Turki. Timnas Indonesia mengantongi tiket Piala Dunia setelah meraih kemenangan atas Malaysia dalam laga kedua babak kualifikasi Zona Asia Timur yang digelar pada Maret 2022 lalu.
Robi Ansalni menyatakan sudah siap untuk berlaga dalam kompetisi sepak bola terakbar di dunia tersebut. Dia sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk terbang ke Turki agar dapat berlaga dalam event yang digelar pada Oktober 2022 mendatang. Termasuk sudah mengantongi paspor.
Robi mengaku sangat senang setelah mendapatkan paspor yang diberikan petugas imigrasi melalui program Idaman. ”Saya sangat berterima kasih kepada petugas kantor Imigrasi Pamekasan karena telah mengantarkan paspor berharga ini. Sehingga, mempermudah saya untuk dapat berlaga di kancah internasional,” ujarnya Rabu (22/6).
Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan Imam Bahri menegaskan, institusinya mendukung timnas INAF untuk berlaga di Piala Dunia Sepak Bola Amputasi. Yakni, dengan memberikan pelayanan dan mempermudah pembuatan paspor.
Menurutnya, program Idaman merupakan bentuk kepedulian kepada kaum difabel dan dukungan untuk timnas yang akan berlaga di Piala Dunia. ”Kita telah menerbitkan paspor kepada salah satu pemain timnas sepak bola amputasi Indonesia sebagai dukungan untuk mereka yang akan berlaga di Turki,” ungkapnya.
Imam menjelaskan, program Idaman merupakan akronim dari Imigrasi Datang Melayani Anda. Yakni, program pelayanan jemput bola dalam pembuatan paspor dengan cara pengambilan foto dan pengantaran paspor ke alamat pemohon.
Program ini ditujukan kepada pemohon prioritas seperti kaum difabel, lansia, balita, ibu hamil dan menyusui serta orang yang sedang sakit. Khusus program Idaman, pemohon tidak akan dikenakan biaya apa pun, baik transpor saat diantar ataupun biaya pelayanan lainnya. Pemohon cukup memenuhi kewajiban pembayaran biaya paspor senilai Rp 350 ribu.
Menurut Imam, biaya tersebut nantinya akan jadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bagi instansi terkait. ”Semoga perjalanan ke Turki lancar dan bisa berkompetisi dengan baik,” harapnya.
Hal senada juga dipertegas oleh Kepala Subseksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian Agus Surono. Dia menilai pelayanan ramah hak asasi manusia juga telah diaplikasikan lewat berbagai fasilitas bagi penyandang disabilitas. Di antaranya ruang tunggu prioritas, ruang pelayanan prioritas, serta konter prioritas.
”Program Idaman merupakan sebuah inovasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin ramah hak asasi manusia,” tandas Agus Surono. (bil/yan) Editor : Abdul Basri