PAMEKASAN - Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi terus berinovasi menggeliatkan ekonomi nara pidana (napi). Salah satunya, konsisten menggelar pelatihan kerja untuk meningkatkan skill.
Sejumlah pelatihan yang digelar yakni, perbengkelan, meubeler dan menjahit. Kemudian, para napi juga dilatih bertani, beternak dan membudidaya ikan lele.
Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi mengatakan, penghuni lapas bukan orang jahat. Mereka hanya tersesat yang perlu dibina dan didampingi agar kembali ke jalan yang benar.
Dengan demikian, para napi diperlakukan dengan baik. Bahkan, dianggap sebagai keluarga. "Bagi kami mereka para napi itu hanya orang tersesat yang tidak terlambat untuk bertaubat," katanya.
Hanafi menjelaskan, beberapa program pelatihan kerja dilaksanakan. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan sejumlah instansi. Salah satunya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pelatihan meubeler.
Hasil produksi dijual kepada masyarakat. Hasilnya, dibagi tiga. Yakni, negara, lapas dan napi. "Uang jatah warna binaan kami tabungkan, setelah keluar biasa diambil untuk membuka usaha," katanya.
Pria kelahiran Pamekasan itu mengatakan, pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan digelar di luar lapas. Napi yang mengelola yakni yang sudah bisa mengikuti program asimilasi.
Kegiatan itu bertujuan agar para napi bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar lapas. Kemudian, diharapkan juga masyarakat kembali menerima para napi tersebut dalam kehidupan normal.
"Kami tidak ingin setelah nanti keluar, para napi ini kembali melakukan kesalahan. Untuk itu kami beri pelatihan agar setelah kembali kepada masyarakat bisa membuka usaha untuk memulai hidup yang lebih baik," tandasnya. (pen/par)
Editor : Administrator