PAMEKASAN – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah membawa berkah dan kemudahan tersendiri bagi keluarga Mutmainnah, 50, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.
Menurut Mutmainnah, program JKN–KIS sangat membantu keluarganya saat berobat di fasilitas kesehatan tanpa harus pusing memikirkan biaya pelayanan kesehatannya.
“Dulu seelum ada BPJS (JKN – KIS, Red), pusing mas kalau mau berobat. Dulu, suami saya idap penyakit jantung dan masuk rumah sakit. Bianyanya habis sekitar Rp11 juta. Akhirnya ngambil tabungan. Belum lagi harus kontrol rutin,” ujarnya.
Saat mengetahui bahwa Indonesia telah memiliki Jaminan Kesehatan bagi seluruh penduduk, Mutmainnah pun menyambut baik dan segera mendaftarkan keluarganya sebagai Peserta JKN–KIS.
Mutmainnah menegaskan, JKN – KIS kini telah membantu menopang keuangan keluarganya untuk dapat berobat secara rutin tanpa kendala finansial. Terlebih di masa pandemi, pendapatannya sebagai pedagang kue keliling turun drastis dibanding sebelum pandemi.
“Ibaratnya hasil jualan hari ini ya untuk makan hari ini. Jadi kalau nambah – nambah lagi untuk biaya berobat ya gimana. BPJS ini sangat membantu. Apalagi pas musim seperti ini (pandemi covid – 19),” imbuhnya.
Mutmainnah berharap Program Jaminan Kesehatan Nasional terus berkesinambungan. Sehingga, dapat memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dia juga berharap, BPJS Kesehatan semakin maju dan semakin baik dalam menyelenggarakan program JKN – KIS.
“Kalau harapan masyarakat seperti saya, pokoknya program BPJS (JKN – KIS) itu ada terus. Pelayanan kepada masyarakat bisa semakin lebih baik,” pungkas ibu tiga anak itu. (*/par)
Editor : Administrator