PAMEKASAN – Gelombang pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia cukup pesat. Dalam waktu sebulan, 362 pejuang devisa tiba di tanah air. Sebanyak 65 orang dari Pamekasan.
Kepala UPT P3TKI Disnaker Jatim Budi Raharjo mengatakan, PMI yang dipulangkan cukup banyak. Rata-rata mereka pulang lantaran kontrak kerjanya dengan perusahaan habis.
Kemudian, ada pula yang pulang lantaran ada kasus. Gelombang pemulangan pejuang devisa itu akan terus berjalan. Pekan depan, dijadwalkan 150 PMI di Jawa Timur akan dipulangkan. ”Biasanya ada yang dari Madura,” katanya kemarin (31/5).
Budi mengatakan, pemulangan PMI itu melalui pemeriksaan kesehatan ketat. Mereka terlebih dahulu menjalani tes kesehatan isolasi. Tujuannya, agar bebas dari korona.
Sesampainya di Indonesia juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Barang bawaan juga disterilkan menggunakan cairan disinfektan. ”Pemeriksaan kesehatan di bandara dilakukan secara ketat,” katanya.
Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Dul Haq mengatakan, kepulangan PMI harus menjadi atensi pemerintah. Apalagi, mereka baru pulang dari negara kawasan merah Covid-19.
Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara ketat. Meski di bandara sudah diperiksa, sesampainya di Pamekasan juga harus dilakukan pemeriksaan. ”Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tandasnya.
Editor : Abdul Basri