Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

6 Juni, Ratusan PMI Bakal Dipulangkan

Abdul Basri • Minggu, 31 Mei 2020 | 07:19 WIB


PAMEKASAN – Gelombang pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia terus berlanjut. Pekan depan, ratusan PMI asal Jawa Timur (Jatim) akan dipulangkan dari negeri jiran.


Kepala UPT P2TKI Disnaker Jatim Budi Raharjo mengatakan, berdasar surat dari Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, sebanyak 150 warga Jatim akan dipulangkan dari Malaysia.


Tapi, Pemprov Jatim belum menerima daftar detail PMI yang akan pulang kampung. Jika merujuk pengalaman sebelumnya, 50 persen pejuang devisa itu berasal dari Madura dan daerah tapal kuda. ”Untuk data rincinya belum ada,” katanya.


Budi mengatakan, jika tidak ada perubahan jadwal, PMI itu akan tiba di Surabaya pada Sabtu (6/6) pekan depan. Tapi, kemungkinan ada pemunduran jadwal karena proses perizinannya belum lengkap.


Di antaranya, surat perjalanan dari KBRI dan pengurusan izin terbang atau flight clearance. Kemudian, ada kasus positif Covid-19 didetensi imigrasi Malaysia. Dengan demikian, pemerintah Indonesia meminta agar WNI yang ada di detensi itu dites.


Jika ada yang positif korona, akan dirawat sesuai protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia. Secara otomatis, WNI tersebut belum bisa dipulangkan sampai dipastikan steril dari virus yang kali pertama muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.


Sekretaris Komisi I DPRD Pamekasan Jumaah mengatakan, pemerintah harus siap menyambut kedatangan PMI. Pemeriksaan kesehatan wajib diperketat untuk memastikan warga yang baru datang dari Malaysia bersih dari korona.


Menurut Jumaah, kedatangan PMI itu harus menjadi atensi pemerintah dalam melakukan pengawasan. Sebab, negeri jiran merupakan kawasan zona merah pandemi Covid-19 yang menyerang ratusan negara di belahan dunia itu.


Pemeriksaan kesehatan harus benar-benar profesional. Barang bawaan dari luar negeri harus disterilkan. Sebab, barang tersebut melewati kontak dengan sejumlah petugas di bandara. ”Intinya, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan harus lebih ekstra,” katanya.


Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Pamekasan Totok Hartono berjanji memperketat pengawasan. Setiap PMI yang tiba di Kota Gerbang Salam dipastikan melalui proses pemeriksaan yang ketat.


Jika ada gejala sakit yang mengarah pada korona, petugas akan meminta yang bersangkutan menjalani observasi. Pemerintah menyiapkan tempat observasi yang representatif bagi warga. ”Kalau ada gejala, kami minta diobservasi,” tandasnya.


Editor : Abdul Basri
#pekerja migran indonesia