Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Segera Bongkar Mafia Tembakau

Abdul Basri • Jumat, 27 September 2019 | 11:37 WIB
Segera Bongkar Mafia Tembakau
Segera Bongkar Mafia Tembakau

PAMEKASAN – Karut-marut jual beli tembakau diyakini ada campur tangan mafia. Harga anjlok dan serapan rendah tidak terjadi tanpa sebab. DPRD Pamekasan berjanji akan membongkar para pemain culas dalam tata niaga tembakau itu.


Anggota DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, sejumlah laporan dari masyarakat sudah diterima. Di antaranya, dugaan penimbunan tembakau Jawa di sejumlah gudang besar jauh sebelum masa panen.


Penimbunan itu berdampak pada pembelian yang sangat rendah. Lalu, adanya dugaan kesengajaan pabrikan memperlambat pembayaran kepada bandol. Akibatnya, pembelian di tingkat petani mampet.


Permainan lain terkait pengambilan sampel tembakau lebih dari satu kilogram. Kemudian, upaya menghindari pajak dengan modus membangun kemitraan. Padahal, petani yang bermitra tidak mendapat pembinaan secara optimal.


Segudang persoalan terkait tata niaga tembakau itu akan ditindaklanjuti. Dalam waktu dekat, pimpinan DPRD Pamekasan akan dilantik. Harun sendiri ditunjuk PKS mengisi jabatan wakil ketua dewan.


Dengan posisi itu, dia akan mendorong pembentukan tim khusus yang melibatkan berbagai elemen untuk mengusut tuntas persoalan tembakau. Permainan mafia daun emas tidak bisa dibiarkan. Sebab, petani sangat dirugikan.


Harun menyampaikan, serapan tembakau sangat rendah. Total rencana pembelian dari tiap pabrikan 21 ribu ton. Tetapi, realisasinya masih di bawah 70 persen. Padahal, dalam waktu dekat gudang bakal tutup.


Tembakau milik petani terancam tidak terbeli. Masyarakat kecil akan merugi. ”Sangat kasihan petani. Selama ini selalu menjadi korban pengusaha. Dewan tidak akan tinggal diam. Persoalan tata niaga tembakau akan diusut tuntas,” katanya kemarin (26/9).


Harun yakin ada permainan dari para pemodal. Permainan itu diyakini melibatkan berbagai pihak. Dewan akan mengusut tuntas. Seluruh warga yang melaporkan dugaan pelanggaran akan diundang menyampaikan temuan di lapangan.


Hasil kajian di lapangan akan dirumuskan menjadi satu rekomendasi kepada bupati. ”Siapa pun yang melakukan pelanggaran harus disanksi tegas. Jika pabrikan sengaja melanggar aturan yang ada, izin bisa dicabut,” katanya.


Pengusaha tembakau M. Suli Faris mengatakan, pembelian tembakau di sejumlah pabrikan sangat sedikit. PT Djarum hanya membeli daun atas. Kemudian, PT HM Sampoerna hanya membeli tembakau mitra yang jumlahnya sangat sedikit.


Informasi yang dia peroleh, perusahaan yang berada di bawah naungan PT Sadhana Arifnusa itu hanya membeli 400 ton atau setara 10 ribu bal. Jumlah tersebut jauh di bawah pembelian tahun lalu yang mencapai ribuan ton.


Pembelian besar-besaran hanya dilakukan PT Gudang Garam. Dalam waktu dekat perusahaan tersebut akan tutup. ”Wajar manakala serapan sedikit, barang di luar banyak,” katanya.


Suli tidak mengetahui penyebab serapan rendah. Tetapi, informasi yang dia terima, beberapa perusahaan membeli tembakau dalam jumlah besar di luar. Akibatnya, pembelian rendah. ”Pemerintah harus bertindak,” katanya.


Direktur PT Wijaya Sentosa Abadi (WSA) Bernath Brondiva mengakui serapan lebih rendah dibanding tahun lalu. Bukan karena membeli tembakau Jawa, tetapi stok tembakau sisa tahun lalu banyak.


Dengan demikian, serapan perusahaan yang menaungi PT Gudang Garam itu tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Bernath memastikan di gudangnya tidak ada tembakau Jawa. Pemerintah bisa mengecek langsung.


Pembelian tembakau Jawa tidak akan dilakukan. Sebab, perusahaan yang dipimpin itu memang bertugas menyerap tembakau Madura. Jika terbukti ada tembakau Jawa, akan ditolak oleh pabrikan. ”Bisa dicek, tidak ada tembakau Jawa,” katanya.


Sebelumnya, tim lapangan PT Djarum Rokhim mengaku siap menyerap tembakau milik petani. Harga akan disesuaikan dengan kualitas. Jika kualitasnya baik, harga akan tinggi.

Editor : Abdul Basri
#tembakau #dprd pamekasan