PAMEKASAN – Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terhadap para pelaku usaha batik dinilai kurang. Para perajin dan penjual batik di kota Gerbang Salam tidak menjadi prioritas pemerintah. Seperti yang disampaikan oleh Arif Suharyono.
Penjual batik yang tingga di Jalan Peayaman, Kecamatan Kota Pamekasan ini setiap hari menempati kios di showroom pusat kerajinan dan batik tulis milik Pemkab Pamekasan. Meski begitu, dia tidak mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah.
”Semua ya usaha kami, tidak ada campur tangan pemkab. Belum pernah pemkab bawa tamunya ke sini. Tidak ada,” kata pria yang akrab disapa Iyon Raddhin Batik itu.
Owner Raddhin Batik itu mengaku sudah sepuluh tahun menempati showroom milik Pemkab Pamekasan. Meski lokasinya strategis, dia butuh banyak usaha untuk membuat lokasi tersebut didatangi pembeli.
Iyon mengaku sudah mengetahui pembangunan sentra batik di Kecamatan Proppo. Hanya, sampai saat ini dia mengaku belum mendapat informasi bagaimana dan untuk siapa sentra tersebut dibuat.
Hal yang sama disampaikan oleh Asmoro, warga Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Pria yang setiap hari juga berjualan di showroom batik milik Pemkab Pamekasan itu mengaku tidak mengetahui kapan sentra batik di desanya akan dibuka.
”Sampai sekarang belum ada informasi ke kami. Entah saya yang ketinggalan informasi atau memang belum ada pengumuman dari pemerintah,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri