PAMEKASAN-Meski usianya 80 tahun, semangat hidup Nenek Satri luar biasa. Untuk menyambung hidup, wanita lanjut usia itu memulung sampah. Bahkan, rela berjalan menggunakan tongkat sejauh tiga kilometer demi memungut botol bekas.
Itu dilakukan demi uang Rp 40 ribu setiap bulan. Setiap hari, berjalan kaki tanpa sandal. Meski penglihatannya sudah buram, pendengaran tidak lagi sempurna. Nenek Satri memilih memulung daripada meminta-minta.
"Saya sering merasa sakit di bagian kaki. Dada saya juga sering merasakan sesak. Jika saya sudah merasakan sakit, saya akan berhenti untuk istirahat," terangnya lirih.
Siti Nurul Farida, warga yang ditemui RadarMadura.id menuturkan, tidak sepatutnya nenek Satri bekerja mencari nafkah. "Nenek Satri tinggal sebatang kara di gubuk bambu. Suami dan dua anaknya lebih dulu meninggalkannya," katanya.
Dijelaskan, selama ini nenek Satri jarang mendapatkan bantuan. Hanya bantuan beras yang didapatkan. Padahal, nenek Satri sudah tua dan lebih membutuhkan tunjangan dan pemeriksaan kesehatan.
"Nenek Satri membutuhkan uluran tangan dari Pemkab Pamekasan. Dalam waktu dekat, semoga bantuan untuk Nenek Satri segera berdatangan," tambahnya. (Santi Stia Wardani)
Editor : Administrator