PAMEKASAN - Kaget dan tidak percaya. Itulah jawaban teman-teman saat ditanya meninggalnya Aisyah, Kamis (24/1). Hal itu, disampaikan rekan kerja almarhumah saat ditemui RadarMadura.id di konter Vivo yang terletak di Jalan Parteker.
Galius, salah seorang rekan kerja Aisyah mengaku shock. Dia masih belum percaya almarhumah sudah tiada. Seolah-olah Aisyah masih bekerja sebagai anggota tim seperti hari-hari biasanya.
"Almarhum memiliki kepribadian humble dan ramah kepada siapa pun. Meski baru awal Januari ditempatkan di konter ini, tapi sudah akrab dengan semua orang," katanya.
Menurut Galius, terakhir bertemu almarhumah pagi hari sebelum kejadian atau Kamis (24/1) sekitar pukul 09.30. Saat itu, Aisyah izin kepada leader Vivo untuk membeli kertas folio.
"Kemungkinan almarhum dijemput Robi, kekasihnya dari Gresik. Sementara ponsel, tas, dan sepeda motornya di konter. Awalnya tidak ada kecurigaan. Karena sudah malam pihak Vivo menghubungi keluarga almarhumah," terang Galius.
Rini, rekan kerja Aisyah lainnya membenarkan bahwa kekasih Aisyah berasal dari Gresik. Pekerjaannya sebagai penjaga bianglala.
Pengakuan almarhumah, hubungannya dengan Robi kurang harmonis sejak seminggu terakhir. Almarhumah bahkan ingin mengakhiri hubungan.
"Watak kekasihnya (Robi, Red) sepertinya keras. Keduanya pernah cekcok di samping konter. Bahkan, Robi sempat memukulkan tangannya ke gedung hingga temboknya retak", ungkapnya.
Menurut Rini, almarhumah mengingatkan para sahabatnya makan kue bareng pada hari kelahirannya yaitu Kamis (24/1). Ajakan itu, disampaikan pada Rabu (23/1).
"Jangan lupa besok ulang tahun saya, kita makan kue bareng-bareng," kata Rini meniru ucapan Aisyah.
Dijelaskan, rekan kerja almarhumah sudah merencanakan mengucapkan selamat ulang tahun. Sebab, sudah diingatkan sehari sebelumnya oleh Aisyah.
"Niat kami mengucapkan selamat pada Kamis malam. Tapi, Aisyah sudah tiada," papar Rini sedih. (Santi Stia Wardani)
Editor : Abdul Basri