Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Warga Keracunan Masal

Abdul Basri • Senin, 14 Mei 2018 | 07:32 WIB
Ratusan Warga Keracunan Masal
Ratusan Warga Keracunan Masal

PAMEKASAN – Fasilitas layanan kesehatan di wilayah pantura Pamekasan mendadak dipadati pasien sejak Sabtu malam (12/5) hingga Minggu (13/5). Baik Puskesmas Waru, Puskesmas Batumarmar, Puskesmas Pasean, maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru.


Ratusan warga dirawat di tempat layanan kesehatan tersebut. RSUD Waru bahkan tidak muat menampung pasien. Terpaksa, koridor atau teras rumah sakit tersebut dijadikan tempat merawat pasien.


Penyebab membeludaknya pasien itu lantaran ratusan warga keracunan diduga akibat makan nasi bungkus usai mengikuti acara haflatul imtihan di Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Sabtu pagi (12/5). Sejak Sabtu malam, warga mengalami mual-mual, bahkan ada yang kejang-kejang. Mereka berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Batumarmar, Waru, dan Pasean.


Direktur RSUD Waru Hendarto menjelaskan, pasien yang dirawat di RSUD Waru hingga kemarin siang berjumlah 250 orang. Padahal, pada Sabtu malam hanya 130 pasien. ”Ini sudah masuk KLB (kejadian luar biasa). Pasien berdatangan mulai Sabtu malam dan kami perkirakan masih akan terus bertambah,” katanya.


Setelah dilakukan diagnosis, ada dua faktor penyebab warga keracunan. Yaitu, intoleransi makanan dan intoksikasi makanan. ”Dugaan sementara karena keracunan. Kami sudah melakukan penanganan medis demi keselamatan pasien,” terangnya.


Ratusan pasien mengalami gejala sama. Yaitu, mual-mual, diare, bahkan ada yang kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. ”Alhamdulillah dari pantauan kami, beberapa pasien yang kejang-kejang sudah teratasi,” ujarnya.


Bagaimana jika masih ada pasien yang berdatangan? Pihaknya tidak akan menolak. Pihaknya bakal terus berupaya menangani pasien. Bahkan sejumlah petugas medis sudah dihubungi untuk merapat ke RSUD Waru.


”Kami sudah meminta bantuan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) untuk meminjam peralatan agar bisa difungsikan pasien. Sebab, yang ada sudah kurang,” ungkapnya.


Usqi Krizdiana, dokter di Puskesmas Waru, menjelaskan, pasien yang dirawat di puskesmas rata-rata mengalami mual-mual, pusing, diare, dan badan lemas. ”Ada 21 pasien yang dirawat di sini. Ada yang dirujuk ke RSUD. Tapi bukan karena diare, melainkan karena mengalami sakit jantung,” jelasnya.


Penanganan yang dilakukan, pasien diberi terapi seperti infus dan vitamin. Dugaan sementara, warga keracunan karena terkontaminasi makanan. ”Yang dirawat di sini belum ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit. Kita observasi dulu, kalau ada, akan kami rujuk,” tegasnya.


Taufikurramman, 27, salah seorang pasien, mengaku, usai makan dirinya tidak mengalami gejala apa pun. Gejala baru dirasakan pada malam hari. Saat itu dia langsung mual-mual, pusing, dan lemas. ”Makan nasi bungkus acara imtihanan,” ucapnya lirih.


Matrasu, 57, keluarga pasien, menuturkan, tidak semua undangan yang makan nasi bungkus keracunan. ”Awalnya disangka sakit biasa. Tapi karena banyak yang mengalami hal serupa, baru kami sadar kalau keracunan nasi,” tuturnya.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey belum bisa memastikan penyebab keracunan masal tersebut. Apakah dari nasi atau dari bungkus nasi. ”Kami belum bisa memastikan. Untuk semenara diduga karena makanan,” katanya.


Atas kejadian tersebut, pihaknya menginstruksi petugas puskesmas untuk memberikan pelayanan maksimal. ”Puskesmas di pantura sudah melayani pasien,” pungkasnya.



 

Editor : Abdul Basri