PAMEKASAN – Wisata Pantai Talang Siring di Desa Montok, Kecamatan Larangan, memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Salah satunya yakni hutan bakau yang hijau menghampar. Sampai saat ini potensi wisata alam ini belum tergarap maksimal.
Belum dikelolanya hutan mangrove ini mendapat sorotan dari masyarakat. Ketua Umum Rumah Rakyat Miftahol Arifin menyayangkan karena sampai saat ini belum dikonversi menjadi pusat wisata. Padahal di daerah lain seperti di Surabaya, wisata mangrove sudah menjadi jujukan wistawan.
”Mayoritas wisatawan lokal Jawa Timur pasti tahu atau setidaknya pernah dengar tentang wisata mangrove di Wonorejo, Surabaya,” kata Miftahol Arifin, Senin (23/10). ”Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana karena tersedia sarana dan prasarana yang memadai,” tambahnya.
Dijelaskan, mangrove di Talang Siring sangat potensial. Sebab lokasinya sangat strategis dan berada di jalur utama antara Pamekasan dan Sumenep. Wisatawan yang hendak ke Sumenep bisa mampir ke tempat tersebut. ”Kami berharap instansi terkait bisa segera membangunnya hingga menjadi wisata alternatif bagi warga,” sarannya.
Bukan hanya di Talang Siring yang memiliki hutan mangrove, daerah Kecamatan Pademawu dan Tlanakan juga memiliki banyak hutan bakau. Tapi lagi-lagi mangrove-mangrove itu belum tersentuh pembangunan.
Ketua Pokdarwis Talang Siring M. Zubair Efendi mengatakan, pihaknya juga ingin mengelola mangrove di tempat tersebut. Bahkan pokdarwis sudah menyiapkan bahan yang dibutuhkan. Tetapi pembangunan itu ditunda dengan alasan masih menunggu petunjuk pemkab.
Tahun ini pemkab memiliki anggaran untuk pembangunan di Talang Siring. Salah satunya juga berkaitan dengan mangrove. ”Kami masih menunggu pembangunan dari pemkab,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, pihaknya memang punya anggaran cukup besar untuk penataan wisata Talang Siring. Tetapi anggaran itu masih bersifat gelondongan. Karena itu, pemkab harus merinci terlebih dahulu anggaran yang ada.
Perincian itu sudah dibahas dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2017. ”Nunggu PAK tuntas, baru kita gelar pembangunannya,” kata Sjaifudin.
Editor : Abdul Basri