Sony Siapkan Konsep Kontroler PS6 dengan Tombol Digital yang Bisa Mengubah Cara Bermain Game

Syarifatus Sabah • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:52 WIB
Sony Patenkan Kontroler PS6 Tanpa Tombol Fisik, Semua Diganti Touchpad Digital
Sony Patenkan Kontroler PS6 Tanpa Tombol Fisik, Semua Diganti Touchpad Digital

 

RadarMadura.id - Sony Interactive Entertainment dikabarkan tengah mengeksplorasi konsep kontroler baru yang berpotensi digunakan pada konsol PlayStation 6 (PS6).

Melalui pengajuan paten, perusahaan tersebut mengusulkan desain gamepad yang berbeda dari kontroler PlayStation generasi sebelumnya.

Bagian paling menarik terletak pada rencana menghilangkan sejumlah komponen mekanis yang selama ini menjadi ciri khas perangkat tersebut.

Jika konsep ini benar-benar dikembangkan, pengalaman bermain game di masa depan bisa mengalami perubahan cukup besar.

Dalam dokumen paten tersebut, Sony mempertimbangkan penggunaan permukaan sentuh untuk menggantikan berbagai kontrol fisik.

 Komponen yang berpotensi dihilangkan mencakup stik analog, directional pad (D-pad), serta sejumlah tombol yang biasanya digunakan untuk menjalankan perintah dalam permainan.

Sebagai gantinya, kontroler akan mengandalkan touchpad yang menampilkan tombol-tombol secara digital.

Pendekatan ini membuka kemungkinan hadirnya gamepad dengan tata letak kontrol yang lebih fleksibel dibandingkan desain konvensional.

Baca Juga: Tenaga New Denza D9 Naik Drastis hingga 462 PS, Jarak Tempuh Bertambah 130 Km 

Salah satu alasan di balik konsep tersebut berkaitan dengan kenyamanan pengguna. Sony menyoroti bahwa kontroler tradisional mempunyai dimensi dan susunan tombol yang relatif tetap.

Kondisi itu dapat menyulitkan pemain dengan ukuran tangan lebih kecil ketika harus menjangkau tombol tertentu selama bermain.

Melalui kontrol digital, posisi dan ukuran tombol berpotensi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Fleksibilitas tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi pemain yang memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan kontroler.

Pengguna mungkin bisa mengatur susunan tombol sesuai ukuran tangan, kebiasaan bermain, maupun jenis permainan yang dimainkan.

Game bergenre aksi, balapan, hingga olahraga membutuhkan kombinasi perintah yang berbeda.

Karena itu, sistem kontrol yang dapat dikustomisasi berpotensi menghadirkan pengalaman bermain lebih personal.

Meski demikian, mengganti tombol fisik dengan permukaan sentuh bukan tanpa tantangan.

Stik analog dan tombol konvensional memberikan respons sentuhan yang membantu pemain mengenali posisi jari tanpa harus melihat kontroler. 

Jika seluruhnya digantikan kontrol digital, pemain mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Sony juga perlu memastikan bahwa respons sentuhan tetap akurat ketika permainan berlangsung cepat dan membutuhkan reaksi spontan.

Aspek umpan balik menjadi faktor penting dalam pengembangan konsep tersebut.

 Tombol fisik memiliki sensasi tekanan yang dapat membantu pemain memastikan bahwa perintah sudah diberikan.

 Pada layar sentuh, pengalaman serupa perlu dirancang melalui teknologi tambahan agar interaksi terasa meyakinkan.

 Tanpa pendekatan yang tepat, kontroler futuristis ini justru berisiko mengurangi kenyamanan bermain bagi sebagian pengguna.

Selain persoalan respons, daya tahan dan kemudahan penggunaan juga menjadi pertimbangan penting.

Permukaan sentuh harus mampu mengenali input secara konsisten dalam berbagai kondisi penggunaan.

Antarmuka digital pun perlu dirancang agar tidak menutupi pandangan pemain terhadap permainan.

Jika Sony berhasil mengatasi tantangan tersebut, konsep ini berpotensi memperluas pilihan personalisasi pada perangkat gaming.

Baca Juga: Absen Enam Tahun, Honda PCX160 Akhirnya Kembali ke Malaysia dengan Harga Rp56,9 Juta

Namun, perlu dipahami bahwa pengajuan paten tidak otomatis menandakan sebuah teknologi akan diproduksi secara massal.

Hingga ada pengumuman resmi, kontroler tanpa tombol fisik tersebut masih sebatas konsep yang dikaitkan dengan kemungkinan pengembangan PS6.

Sony juga belum dapat dipastikan akan menerapkan seluruh gagasan dalam dokumen paten itu pada produk komersial.

Oleh sebab itu, desain akhir dan fitur kontroler PlayStation generasi berikutnya masih perlu ditunggu.

Jika konsep tersebut akhirnya diwujudkan, Sony berpotensi menawarkan pendekatan baru dalam merancang perangkat gaming yang lebih inklusif.

Pemain bukan hanya mendapatkan alat untuk menjalankan perintah, tetapi juga kemungkinan mengatur pengalaman kontrol sesuai kebutuhan pribadi.

Meski menjanjikan fleksibilitas, keberhasilannya akan sangat bergantung pada kenyamanan, akurasi, dan respons saat digunakan.

Menarik untuk melihat apakah Sony akan membawa gagasan radikal ini ke dalam ekosistem PlayStation pada masa mendatang.(Syarifah)

Editor : Amin Bashiri
Kontroler PS6 Paten Sony PS6 PlayStation 6 terbaru Kontroler PlayStation tanpa tombol fisik Touchpad digital Sony