RadarMadura.id - Nissan memperkenalkan Z Kaze Concept sebagai mobil konsep yang membawa kembali karakter sportscar era 1990-an ke generasi Nissan Z modern.
Mobil ini diperkenalkan pada ajang ZCON 2026 di Phoenix, Arizona, dengan perhatian utama tertuju pada atap T-top yang dirancang khusus.
Panel atapnya dapat dilepas sehingga pengemudi dan penumpang bisa merasakan sensasi berkendara dengan bagian atas kabin terbuka.
Nama Kaze sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti angin.
Konsep T-top tersebut menjadi bagian penting dari upaya Nissan menghidupkan kembali sejarah mobil sport beratap terbuka dari keluarga Z.
Gaya ini mengingatkan pada Nissan 280ZX dan 300ZX yang pernah menggunakan desain serupa pada masanya.
Berbeda dari convertible dengan mekanisme atap lipat, T-top mempertahankan struktur bagian tengah atap sekaligus menyediakan panel yang bisa dilepas.
Nissan menyebut konsep tersebut lahir dari gagasan menikmati perjalanan di Pacific Coast Highway, California, pada musim panas.
Penampilan eksterior Z Kaze juga dibuat lebih agresif dengan nuansa khas budaya modifikasi Jepang era 1990-an.
Nissan memberikan warna Pacific Teal yang dipilih untuk mencerminkan karakter mobil sport pada dekade tersebut.
Kap mesin berbahan serat karbon dilengkapi ventilasi, sementara fender flare dan body kit aerodinamika karbon membuat posturnya terlihat lebih lebar.
Baca Juga: Infinix XBOOK 14 NEO dengan, Bobot 1,2 Kg, Intel Core, Folax AI dan USB-C 65W Dibanderol Rp 7 Jutaan
Sentuhan tersebut sekaligus memperkuat hubungan konsep ini dengan kultur import tuner yang pernah berkembang pesat pada era tersebut.
Bagian kaki-kaki menjadi daya tarik berikutnya karena Z Kaze menggunakan pelek NISMO LMGT2 berukuran 18 inci.
Pelek forged multi-piece tersebut sudah tidak diproduksi lagi, sehingga tim Nissan harus mencari satu set asli untuk kemudian direstorasi dan dibangun kembali.
Ukurannya mencapai 10 inci di bagian depan dan 11 inci di bagian belakang untuk mendukung tampilan bodi yang lebih berisi.
Penggunaan komponen langka tersebut membuat karakter retro-modern Z Kaze semakin terasa.
Masuk ke kabin, Nissan memberikan jok berlapis kulit putih yang kontras dengan aksen serat karbon.
Warna terang tersebut sengaja digunakan untuk menonjolkan suasana interior ketika panel T-top dilepas dan cahaya masuk ke dalam kabin.
Sistem audio juga mendapat sentuhan berbeda melalui speaker Bose Personal Plus yang ditempatkan pada sandaran kepala jok.
Penempatan speaker tersebut memungkinkan penghuni kabin tetap menikmati musik ketika mobil digunakan dalam konfigurasi atap terbuka.
Urusan performa tidak dilewatkan begitu saja karena Z Kaze tetap mempertahankan mesin V6 3,0 liter twin-turbo milik Nissan Z.
Nissan memasang sejumlah komponen GReddy, termasuk sistem knalpot Supreme SP, perangkat intercooler front-mount air-to-air dan filter udara Airinx.
Suspensi mobil juga mendapatkan peningkatan menggunakan berbagai komponen dari NISMO untuk menunjang karakter berkendaranya.
Meski demikian, Nissan belum mengungkap angka tenaga dan torsi khusus untuk Z Kaze Concept.
Konsep tersebut tidak hanya mengejar tampilan retro, tetapi juga berusaha menggabungkan warisan Nissan Z dengan selera modifikasi generasi sebelumnya.
Atap T-top menjadi penghubung paling jelas antara mobil modern ini dengan sejumlah model Z legendaris dari masa lalu.
Sementara itu, penggunaan komponen karbon, pelek NISMO langka dan perangkat GReddy membuat tampilannya tetap relevan dengan budaya performa modern.
Hasil akhirnya adalah Nissan Z yang tampil berbeda tanpa meninggalkan bentuk dasar sportscar generasi ketujuh.
Untuk saat ini, Nissan Z Kaze masih berstatus mobil konsep sehingga belum menjadi model produksi yang bisa dibeli konsumen.
Nissan menampilkan kendaraan tersebut di ZCON hingga 26 September 2026 sebelum dijadwalkan hadir dalam Japanese Classic Car Show.
Pihak Nissan menyebut Z Kaze sebagai passion project yang dikembangkan oleh tim perencana produk dan desainer untuk merayakan sejarah serta budaya Z.
Baca Juga: Era Baru Earbud, Qualcomm Snapdragon Sound Elite Gen 2 Hadirkan AI Lokal, Wi-Fi 6E dan Audio Premium
Karena itu, spesifikasi dan perlengkapan pada mobil konsep ini belum bisa dianggap sebagai gambaran pasti model produksi.
Kehadiran Nissan Z Kaze Concept memperlihatkan bagaimana satu desain klasik dapat diterjemahkan kembali ke dalam sportscar modern.
T-top yang dapat dilepas menjadi pusat perhatian, sementara warna Pacific Teal, bodi karbon, pelek NISMO dan komponen GReddy memperkuat identitas tuner 1990-an.
Nissan belum mengumumkan bahwa Z Kaze akan diproduksi secara massal, sehingga untuk sekarang mobil ini masih menjadi proyek khusus bagi penggemar Z.
Namun, konsep tersebut memberikan gambaran menarik tentang bagaimana warisan masa lalu bisa dipadukan dengan karakter Nissan Z masa kini.(Syarifah)
Editor : Amin Bashiri