Roadster Inggris Berusia Puluhan Tahun Muncul di Jakarta, MG TC Tampil dengan Wajah Klasik

Syarifatus Sabah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:10 WIB
MG TC, Roadster Klasik Curi Perhatian di Automechanika Jakarta 2026, Mobil Inggris Era 1940-an Ini Punya Mesin 1.250 cc dan Atap Terbuka
MG TC, Roadster Klasik Curi Perhatian di Automechanika Jakarta 2026, Mobil Inggris Era 1940-an Ini Punya Mesin 1.250 cc dan Atap Terbuka

 

RadarMadura.id - Automechanika Jakarta 2026 tidak hanya menghadirkan komponen, aksesori, dan teknologi otomotif terbaru, tetapi juga membawa pengunjung bernostalgia melalui deretan mobil klasik.

 Salah satu yang mencuri perhatian adalah MG TC, roadster Inggris berwarna merah yang memiliki desain khas era pascaperang.

Mobil ini masuk dalam pameran Classic Cars yang menjadi bagian dari rangkaian autoFEST@JKT di Hall 8.

Penyelenggara menyebut area tersebut menampilkan kendaraan yang mewakili lebih dari 100 tahun perjalanan sejarah otomotif.

MG TC sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang karena diproduksi pada periode 1945 hingga 1949.

Model tersebut menjadi bagian dari keluarga sport T-Series milik MG dan dikenal sebagai salah satu kendaraan yang muncul pada periode setelah Perang Dunia II.

Kehadirannya di Jakarta memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat langsung karakter mobil sport Inggris dari generasi awal.

Usianya yang sudah puluhan tahun justru membuat detail desainnya semakin menarik untuk diamati.

Secara visual, MG TC membawa bentuk roadster klasik dengan atap terbuka yang menjadi ciri utama kendaraan tersebut.

Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Series Dipastikan Mendunia Tahun Ini

Bagian depan dihiasi gril vertikal berlapis krom yang ditemani dua lampu utama berbentuk bulat di sisi kiri dan kanan.

 Kap mesin dibuat panjang dengan sejumlah kisi-kisi udara pada bagian samping, sementara spakbor melengkung mengikuti bentuk roda.

Pelek model jari-jari, running board, dan ban cadangan di bagian belakang semakin memperkuat karakter klasiknya.

Detail eksterior MG TC juga menunjukkan bagaimana desain mobil pada zamannya lebih menonjolkan unsur mekanis dan bentuk yang sederhana.

Emblem kecil bergaya Union Jack terlihat pada bagian samping bodi, sedangkan tangki bahan bakar ditempatkan di belakang dekat posisi ban cadangan.

 Atap berbahan kanvas dapat dilipat sehingga karakter roadster tetap bisa digunakan dalam dua konfigurasi.

Kombinasi warna merah pada bodi dengan aksen krom membuat tampilannya mudah terlihat di antara kendaraan pameran lainnya.

Masuk ke kabin, nuansa klasik semakin terasa melalui penggunaan panel kayu pada bagian dasbor.

 Instrumen berbentuk bulat tersusun pada panel tersebut dan dipadukan dengan setir tiga palang yang membawa emblem MG di bagian tengah.

Jok berwarna hitam memberikan kontras terhadap bodi merah sekaligus mempertahankan kesan sederhana khas mobil sport lawas.

 Tidak banyak ornamen modern yang ditemukan sehingga karakter historis MG TC tetap terlihat jelas.

Di balik kap panjangnya, MG TC menggunakan mesin XPAG empat silinder segaris dengan kapasitas 1.250 cc.

Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan menuju roda penggerak.

Untuk ukuran kendaraan sport pada masanya, konstruksi yang relatif ringan menjadi salah satu bagian penting dari karakter berkendaranya.

Baca Juga: Polda Jatim Bekuk Warga Bawa Sabu

Sumber yang mengulas unit tersebut menyebut MG TC mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 121 hingga 128 kilometer per jam, bergantung pada kondisi dan spesifikasi unit.

Kehadiran MG TC juga memperlihatkan bahwa konsep mobil klasik masih memiliki tempat di tengah pameran yang identik dengan perkembangan industri komponen modern.

Automechanika Jakarta 2026 memang menyediakan ruang khusus Classic Cars dengan sejumlah kendaraan bersejarah dari berbagai era.

Selain MG TC, penyelenggara mencantumkan Lorraine-Dietrich produksi 1908, Chevrolet Impala Convertible, dan Jaguar XKE sebagai bagian dari koleksi yang ditampilkan.

Pameran ini berlangsung pada 24 hingga 27 September 2026 di Jakarta.

Bagi pencinta otomotif, MG TC bukan sekadar kendaraan tua yang dipajang untuk mempercantik area pameran.

Mobil tersebut menjadi representasi perkembangan mobil sport Inggris pada masa awal setelah Perang Dunia II, ketika desain roadster masih sangat sederhana dan mengandalkan karakter mekanis.

Mesin 1.250 cc, transmisi manual empat percepatan, bodi ringan, serta atap kanvas menjadi kombinasi yang kini semakin jarang ditemui pada kendaraan baru.

Kehadirannya di Automechanika Jakarta membuat sejarah tersebut dapat kembali dilihat secara langsung oleh publik.

Pada akhirnya, MG TC menjadi salah satu daya tarik berbeda dalam Automechanika Jakarta 2026 karena menawarkan pengalaman yang tidak ditemukan dari kendaraan modern.

Bentuknya yang rendah, kap panjang, gril krom, lampu bulat, dan kabin kayu membawa suasana otomotif dari lebih dari tujuh dekade lalu.

 Di tengah perkembangan kendaraan listrik, teknologi bantuan pengemudi, dan komponen modern, roadster klasik ini justru mengingatkan pengunjung pada masa ketika kesederhanaan menjadi bagian penting dari desain mobil sport.

Tidak mengherankan jika MG TC mendapatkan perhatian tersendiri selama pameran berlangsung.(Syarifah)

Editor : Amin Bashiri
MG TC MG TC Roadster MG TC klasik MG TC 1250 cc Automechanika Jakarta 2026