RadarMadura.id - Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Toyota dan Lexus mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi sebanyak 38.769 unit, meningkat 86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi kendaraan elektrifikasi tersebut juga mencapai 21,9 persen dari total penjualan Toyota pada periode yang sama.
Salah satu model yang menjadi penopang utama adalah Toyota Veloz Hybrid EV dengan permintaan yang konsisten di atas 2.000 unit setiap bulan.
Performa Veloz Hybrid EV menjadi perhatian karena model ini bermain di segmen low MPV yang sangat dekat dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Berdasarkan data wholesales Januari hingga Juli 2026, Veloz Hybrid mencatat 13.287 unit.
Penjualannya dimulai dari 484 unit pada Februari, kemudian melonjak menjadi 2.325 unit pada Maret dan mencapai 3.262 unit pada April.
Setelah itu, distribusinya masih berada di atas 2.000 unit pada Mei, Juni, dan Juli.
Toyota sebelumnya resmi memulai penjualan New Veloz Hybrid EV pada Februari 2026 melalui ajang IIMS 2026.
Model tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp308 juta, sedangkan program khusus Hybrid EV untuk Semua membuat harganya dimulai dari Rp303 juta.
Sebelum penjualan resmi dibuka, Toyota mencatat sekitar 5.000 unit pre-book hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak world premiere.
Angka tersebut menjadi indikasi awal tingginya perhatian konsumen terhadap MPV hybrid terbaru Toyota.
Dari sisi teknologi, Veloz Hybrid EV menggunakan sistem Full Hybrid EV yang memungkinkan mesin bensin dan motor listrik bekerja sesuai kondisi berkendara.
Baca Juga: Honda EM1 e: Masih Menarik di 2026? Motor Listrik Rp40 Jutaan Ini Punya Kecepatan 45 Km/Jam
Teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan Toyota untuk menawarkan kendaraan elektrifikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai eksternal.
Dalam pengujian Toyota di Bali, Veloz Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar 25,9 kilometer per liter pada rute sejauh 80,9 kilometer.
Hasil aktual tentu dapat berbeda bergantung kondisi jalan, gaya berkendara, muatan, dan penggunaan AC.
Kinerja elektrifikasi Toyota tidak hanya bertumpu pada Veloz Hybrid EV.
Kijang Innova Zenix Hybrid EV juga menjadi kontributor besar dengan penjualan 17.845 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sedangkan Veloz Hybrid EV mencapai 15.554 unit dan Yaris Cross Hybrid EV sebanyak 2.114 unit.
Tiga model tersebut secara gabungan menyumbang 35.513 unit atau sekitar 91,6 persen dari penjualan xEV Toyota berdasarkan data yang dihimpun.
Komposisi itu memperlihatkan bahwa model hybrid berbasis kendaraan keluarga masih menjadi bagian penting dalam penjualan elektrifikasi Toyota.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menyebut performa kendaraan elektrifikasi Toyota masih berada pada posisi teratas hingga Agustus 2026 dengan pangsa sekitar 23 persen.
Ia juga menyampaikan Veloz Hybrid telah mencapai sekitar 2.000 unit per bulan, sementara Kijang Innova Zenix Hybrid mencatat SPK lebih dari 2.000 unit.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa permintaan kendaraan hybrid Toyota tidak hanya datang dari satu model.
Strategi menghadirkan beberapa pilihan hybrid menjadi bagian dari pendekatan Toyota menghadapi perkembangan pasar elektrifikasi Indonesia.
Menariknya, pertumbuhan tersebut berlangsung ketika pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin beragam.
Berbagai merek baru menawarkan mobil listrik berbasis baterai maupun teknologi hybrid dan plug-in hybrid dengan karakter yang berbeda.
Toyota sendiri menerapkan pendekatan multi-pathway dengan menyediakan pilihan teknologi sesuai kebutuhan konsumen.
Strategi itu membuat konsumen dapat memilih kendaraan elektrifikasi tanpa harus terpaku pada satu jenis teknologi.
Baca Juga: Wajah Mazda MX-5 Hilang Diganti Gaya Mobil Sport Klasik, Mitsuoka LA1 Desain Retro ala Corvette C1
Khusus Veloz Hybrid, respons pasar juga terlihat dari akumulasi pemesanannya yang telah melampaui 20.000 unit hingga awal September 2026.
Angka tersebut menambah catatan positif setelah Toyota sebelumnya mencatat lebih dari 5.000 unit pre-book sebelum penjualan resminya dimulai.
Dengan posisi sebagai low MPV hybrid, Veloz membawa teknologi elektrifikasi ke segmen kendaraan keluarga yang memiliki basis konsumen besar.
Perkembangan ini sekaligus menjadi salah satu indikator meningkatnya pilihan kendaraan hybrid di pasar otomotif nasional.
Secara keseluruhan, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus sebanyak 38.769 unit hingga Agustus 2026 memperlihatkan kenaikan 86 persen secara tahunan.
Kontribusinya terhadap penjualan Toyota juga meningkat dibandingkan periode sebelumnya,
dengan porsi mencapai sekitar 21,9 persen. Veloz Hybrid EV bersama Innova Zenix Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV menjadi tiga model yang memberikan kontribusi terbesar pada capaian tersebut.
Perkembangan penjualan ini membuat segmen hybrid semakin penting dalam strategi elektrifikasi Toyota di Indonesia.(Syarifah)
Editor : Amin Bashiri